Minggu, 20 Februari 2011

Agar Tidak Murtad, Kenali Kafir Liberal dan Ciri-cirinya



Jakarta (Voa-Islam) Musuh Islam paling besar dan berbahaya abad ini adalah kelompok Kafir Liberal. Mereka adalah antek iblis nomor satu yang sangat membenci Islam. Sekali-kali jangan menyebut kelompok ini Islam Liberal, sebab Islam tidak berpaham liberal, dan liberal bukanlah Islam Agar tidak terjangkit virus liberal, maka kenalilah ciri-cirinya.

Demikian lembaran maklumat yang dikeluarkan Dewan Pimpinan Pusat Front Pembela Islam (DPP-FPI) saat menggelar Maulid Nabi Muhammad Saw, 15 Februari 2011 (12 Rabi’ul Awwal 1432 H).

Bukan rahasia umum lagi, jika kelompok liberal di Indonesia senantiasa menolak segala bentuk Formalisasi Syariat Islam, bahkan mereka selalu membela berbagai kebatilan dan kemunkaran, seperti pornografi, pornoaksi, legalisasi judi, legitimasi minuman keras, lokalisasi pelacuran, seks bebas, perkawinan sejenis, homo dan lesbi, kafir Ahmadiyah dan aliran sesat lainnya, termasuk perdukunan, penodaan agama dan pemurtadan.

Pertarungan yang haq dan batil dalam perkembangan terakhir semakin kencang saja. Terbukti, kaum liberal kerap memberi stigamatisasi kepada kelompok Islam yang istitiqomah dengan sebutan preman berjubah, anarkis, radikalis, ekstrimis dan teroris. Bahkan, dengan menggebu-gebu, kaum liberal selalu bernafsu untuk membubarkan ormas Islam yang selama ini giat memerangi kemungkaran dengan berbagai cara.

Tuduhan yang dilontarkan Setara Institut dan konco-konco liberalnya, terhadap kelompok Islam istiqomah ditunjukkan lewat laporan penelitian yang tidak valid, tidak objektif, sangat tendensius, hanya ingin menyenangkan tuannya, Amerika Serikat (USAID – lembaga donasi AS ) yang telah berbaik hati mendanai riset pesanan tersebut. Bisa ditebak, ujung-ujungnya adalah menyudutkan Islam dan mengkambinghitamkan ormas Islam tertentu.

Virus Liberal

FPI menilai liberal adalah jenis kanker pemikiran yang paling berbahaya. Liberal merupakan komplikasi dari berbagai penyakit pemikiran yang disebabkan berbagai virus yang mematikan akal dan nalar serta membunuh iman. Ada beberapa virus yang selama ini ditebar musuh Islam. Nah agar virus itu tidak terjangkit dan menyebar kemana-mana, maka kenali virus itu.

Pertama, relativisme, yaitu virus liberal yang memandang semua kebenaran relative (tidak pasti), sehingga tidak ada kebenaran mutlak, termasuk kebenaran agama. Virus ini menimbulkan penyakit pluralisme yang memandang semua agama sama dan benar. Sehingga tidak boleh suatu umat beragama mengklaim agamanya saja yang paling benar, tapi juga harus mengakui kebenaran agama lain. Penyakit ini disebut juga inklusivisme atau mulkulturaslisme. Ini adalah kanker pemikiran stadium satu.

Kedua, Skepstisisme, yaitu virus liberal yang meragukan kebenaran agama dan menolak universalitas dan komprehensivitas yang mencakup semua sektor kehidupan, sehingga agama hanya mengatur urusan ritual ibadah saja, tidak lebih. Virus ini menimbulkan penyakit sekularisme yang memisahkan urusan agama dari semua urusan negara, baik yang menyangkut politik, ekonomi, sosial, industri maupun teknologi. Ini adalar kanker pemikiran stadium dua.

Ketiga, Agnostisisme, yaitu virus liberal yang melepaskan diri dari kebenaran agama dan bersikap tidak tahu menahu tentang kebenaran agama, sehingga agama tidak lagi menjadi standar ukur kebenaran. Virus ini menimbulkan penyakit Materialisme yang mengukur segala sesuatu dengan materi, termasuk mengukur kebenaran agama. Ini adalah kanker pemikiran stadium tiga.

Keempat, Atheisme, yaitu virus liberal yang menolak semua kebenaran, khususnya kebenaran agama, dan memandang Tuhan hanya sebagai Faith Identity (Identitas kepercayaan) yang menjadi mitos (takhayul) suatu agama yang harus dirumus ulang berdasarkan Rasionalitas. Virus ini menimbulkan penyakit Rasionalisme, yaitu segala sesuatu hanya diukur dengan akal semata, sehingga akal dipertuhankan. Ini adalah kanker pemikiran stadium empat.

Seorang liberal adalah orang yang pemikirannya sudah terserang keempat virus. Itulah sebabnya, kaum liberal di seluruh dunia dengan aneka sektenya memiliki karakter pemikiran yang sama, sehingga semua kelompok liberal sepakat dan bersatu dalam aneka kesesatan antara lain.

Kenali Tanda Islamphobi

Lebih lanjut, FPI mengimbau umat Islam untuk mengenai tanda-tanda kelompok Islamphobi yang selama ini berkedok penelitian untuk menyudutkan Islam. Inilah laporan menyesatkan Setara Institute cs: Pemberantasan aliran sesat disebut intoleransi, Al Qur’an sebagai pedoman dicap fundamentalisme, tafsir ulama salaf dituduh penyebab kekerasan.

Apalagi? Kasus Maluku dan Poso disebabkan radikalisme Islam, UU dan Perda Syariat lahir dianggap ancaman dan diskriminatif, penamaan organisasi dari Al Qur’an mendapat stigma radikal, Fatwa MUI, NU dan Muhammadiyah adalah justifikasi kekerasan.

Ormas Islam seperti FPI, FUI, HTI, MMI dan JAT, oleh kaum liberal disebut ormas radikal. Tuduhan lainnya adalah anggota ormas Islam difitnah sebagai preman berjubah, sedangkan murtad dan atheis dianggap kebebasan beragama. Penegakan syariat Islam disebut penyebab terorisme, ormas Islam yang mendesak bubarkan Ahmadiyah dicap intolernasi. Ciri-ciri Islam garis keras, menurut kelompok liberal adalah yang menegakkan syariat Islam, memerangi kemaksiatan, anti pemurtadan dan memberantas aliran sesat.

Karakter musuh Islam lainnya adalah menyampaikan gagasan Tuhan dan semua yang gaib hanya mitos, agama dianggap hanya produk budaya dan sejarah, semua kitab suci adalah buatan manusia, semua agama sama dan benar, iman dan kafir hanya merupakan pilihan, taat dan maksiat harus sama diberi ruang, manusia memiliki kebebasan mutlak, HAM diatas segalanya, aliran sesat hanya perbedaan penafsiran, murtad dianggap kebebasan beragama.

Musuh Islam ”Kafir liberal” yang juga harus dikenali adalah setiap orang bebas untuk mengaku nabi, poligami dituduh sebagai syariat syahwat, homo-lesbi hanya orientasi seksual biasa, perkawinan sejenis dilegalkan. Lalu syariat Islam pun dibilang bias gender, pemasung kebebasan, diskriminatif, tidak relevan, sudah kadaluarsa, harus dimodernkan, ancaman, dan agama harus dipisah dari negara.

Menjadi jelas, bahwa liberal adalah kelompok anarkis pemikiran, perusak agama dengan mengatasnamakan agama. Pengasong liberal adalah musuh syariat Islam, preman intelektual, koruptor dalil dan manipulator hujjah, serta tidak diragukan lagi sebagai antek iblis.

Itulah sebabnya, manusia liberal adalah musuh besar Islam yang paling berbahaya, jauh lebih berbahaya dari segala kemunkaran dan kesesatan yang ada. Genderang perang antara haq dan batil sudah dimulai. Inilah perang abadi yang tidak akan pernah berhenti sampai hari kiamat. Maka kenalilah musuh Islam, tandai ciri-cirinya, agar umat Islam, tidak ikut-ikutan munafiq dan menjadi bagian dari mereka: kafir liberal.

Jumat, 18 Februari 2011

Emha Ainun Nadjib: SAYA ANTI DEMOKRASI


Emha yang kerap menobok-obok silam ini menelurkan pernyataan kontroversial, buku baru yang ia terbitkan berjudul "Iblis Nusantara Dajjal Dunia". Berikut sekilas apa yang ia tuangkan dalam bukunya yang cukup menarik untuk disimak, yaitu "Anti Demokrasi"

ia menandaskan, Kalau ada bentrok antara Ustadz dengan Pastur, pihak Depag, Polsek, dan Danramil harus menyalahkan Ustadz, sebab kalau tidak itu namanya diktator mayoritas. Mentang-mentang Ummat Islam mayoritas, asalkan yang mayoritas bukan yang selain Islam - harus mengalah dan wajib kalah. Kalau mayoritas kalah, itu memang sudah seharusnya, asalkan mayoritasnya Islam dan minoritasnya Kristen. Tapi kalau mayoritasnya Kristen dan minoritasnya Islam, Islam yang harus kalah. Baru wajar namanya.

Kalau Khadhafi kurang ajar, yang salah adalah Islam. Kalau Palestina banyak teroris, yang salah adalah Islam. Kalau Saddam Hussein nranyak, yang salah adalah Islam. Tapi kalau Belanda menjajah Indonesia 350 tahun, yang salah bukan Kristen. Kalau amerika Serikat jumawa dan adigang adigung adiguna kepada rakyat Irak, yang salah bukan Kristen. Bahkan sesudah ribuan bom dihujankan di seantero Bagdad, Amerika Serikatlah pemegang sertifikat kebenaran, sementara yang salah pasti adalah Islam.

"Agama" yang paling benar adalah demokrasi. Anti demokrasi sama dengan setan dan iblis. Cara mengukur siapa dan bagaiman yang pro dan yang kontra demokrasi, ditentukan pasti bukan oleh orang Islam. Golongan Islam mendapat jatah menjadi pihak yang diplonco dan dites terus menerus oleh subyektivisme kaum non-Islam.

Kaum Muslimin diwajibkan menjadi penganut demokrasi agar diakui oleh peradaban dunia. Dan untuk mempelajari demokrasi, mereka dilarang membaca kelakuan kecurangan informasi jaringan media massa Barat atas kesunyatan Islam.

Orang-orang non-Muslim, terutama kaum Kristiani dunia, mendapatkan previlese dari Tuhan untuk mempelajari Islam tidak dengan membaca Al-Quran dan menghayati Sunnah Rasulullah Muhammad SAW, melainkan dengan menilai dari sudut pandang mereka.

Maka kalau penghuni peradaban global dunia bersikap anti-Islam tanpa melalui apresiasi terhadap Qur'an, saya juga akan siap menyatakan diri sebagai anti-demokrasi karena saya jembek dan muak terhadap kelakuan Amerika Serikat di berbagai belahan dunia. Dan dari sudut itulah demokrasi saya nilai, sebagaimana dari sudut yang semacam juga menilai Islam.

Di Yogya teman-teman musik Kiai Kanjeng membuat nomer-nomer musik, yang karena bersentuhan dengan syair-syair saya, maka merekapun memasuki wilayah musikal Ummi Kaltsum, penyanyi legendaris Mesir. Musik Kiai Kanjeng mengandung unsur Arab, campur Jawa, jazz Negro dan entah apa lagi. Seorang teman menyapa: "Banyak nuansa Arabnya ya? Mbok lain kali bikin yang etnis 'gitu..."

Lho kok Arab bukan etnis?

Bukan. Nada-nada arab bukan etnis, melainkan nada Islam. Nada Arab tak diakui sebagai warga etno-musik, karena ia indikatif Islam. Sama-sama kolak, sama-sama sambal, sama-sama lalap, tapi kalau ia Islam-menjadi bukan kolak, bukan sambal, dan bukan lalap.

Kalau Sam Bimbo menyanyikan lagu puji-puji atas Rasul dengan mengambil nada Espanyola, itu primordial namanya. Kalau Gipsy King mentransfer kasidah "Yarim Wadi-sakib...", itu universal namanya. Bahasa jelasnya begini: apa saja, kalau menonjol Islamnya, pasti primordial, tidak universal, bodoh, ketinggalan jaman, tidak memenuhi kualitas estetik dan tidak bisa masuk jamaah peradaban dunia.

Itulah matahari baru yang kini masih semburat. Tetapi kegelapan yang ditimpakan oleh peradapan yang fasiq dan penuh dhonn kepada Islam, telah terakumulasi sedemikian parahnya. Perlakuan-perlakuan curang atas Islam telah mengendap menjadi gumpalan rasa perih di kalbu jutaan ummat Islam. Kecurangan atas Islam dan Kaum Muslimin itu bahkan diselenggarakan sendiri oleh kaum Muslimin yang mau tidak mau terjerat menjadi bagian dan pelaku dari mekanisme sistem peradaban yang dominan dan tak ada kompetitornya.

"Al-Islamu mahjubun bil-muslimin". Cahaya Islam ditutupi dan digelapkan oleh orang Islam sendiri.

Endapan-endapan dalam kalbu kollektif ummat Islam itu, kalau pada suatu momentum menemukan titik bocor - maka akan meledak. Pemerintah Indonesia kayaknya harus segera mervisi metoda dan strategi penanganan antar ummat beragama. Kita perlu menyelenggarakan 'sidang pleno' yang transparan, berhati jernih dan berfikiran adil. Sebab kalau tidak, berarti kita sepakat untuk menabuh pisau dan mesiu untuk peperangan di masa depan.

Muslimdaily.com/ http://www.goodreads.com/book/show/1380373.Iblis_Nusantara_Dajjal_Dunia

Inilah Sosok Yang Pertama Mengabarkan Kematian Nabi Sulaiman AS



Saat Nabi Sulaiman as wafat tak satupun yang tahu, kecuali rayap yang menggrogoti tongkatnya. Saat raja itu terjatuh barulah jin menyadari sesalahan mereka yang menyebabkan mereka tetap dalam siksa yang hina, karena sebenarnya mereka tak pernah tahu hal-hal yang gaib.” (QS. Saba [34] : 14).

Aku adalah seekor rayap, ketika aku terbang bersama teman-temanku aku terjatuh di sebuah tongkat, ternyata aku terjatuh di tongkat Nabi Sulaiman.

Tak ada siapapun yang berani masuk mihrab, saat Nabi Sulaiman shalat, kecuali setelah Nabi Sulaiman menuntaskan shalatnya. Di mihrab, terlihat Nabi Sulaiman sedang duduk, kuucapkan salam padanya,”Salam sejahtera ya Nabi Allah, Raja Sulaiman yang bijaksana.”

Namun Nabi Sulaiman sedang khusyuk shalat dan tak menjawab salamku. Waktu telah lama berlalu, Nabi Sulaiman tak beranjak dari tempat duduknya, dan satupun yang berani masuk membangunkannya, kusapa lagi,”Salam Nabi Allah, aku tak bisa keluar dari mihrabmu, aku mulai lapar, dan tak ada kayu selain tongkatmu?”

Namun Nabi Sulaiman tak bergerak hingga malam-malam berganti, malam itu pun aku mendapat wahyu Allah untuk mendekati Nabi Sulaiman dan memakan tongkatnya. Dan akulah yang pertama diberitahu Allah kalau Nabi Sulaiman telah wafat.

Lalu kumakan tongkat Nabi Sulaiman, hingga Nabi Sulaiman terjatuh dari tempat duduknya,” Salam sejahtera ya Nabi Allah, kau hidup dan mati dengan mulia, bahkan tongkatmu pun mampu memberiku makan, betapa mulia hatimu.”

Ya, seekor rayap lah, sosok yang pertama mengerti dan memberitahu Kematian Nabi Sulaiman, Bukan Jin ataupun makhluk lain.

Adapun sosok Jin, meskipun mereka adalah makhluk ghaib tetapi mereka berbeda dimensi dengan sosok Roh/Arwah. Karena seandainya Jin mengerti tentang Roh, pastilah mereka tidak terus bekerja untuk Nabi Sulaiman, mereka tidak terus terhina sebagai pekerja NAbi Sulaiman. Jin.....sebagai makhluk gaib, terbukti tak mengerti kapan roh Nabi Sulaiman pergi dari raganya. Sehingga apabila rayap tak menyampaikannya, maka tak satupun jin berani memasuki mihrab sebelum mengetahui wafatnya Nabi Sulaiman.

Jika Jin sebagai makhluk gaib tidak tahu menahu bahkan tidak mengerti kapan roh/arwah Nabi sulaiman meninggalkan raganya, Lalu siapa yang diajak bicara oleh orang orang yang mengaku bisa memanggil Arwah/ Roh orang yang sudah meninggal????

sumber : http://situslakalaka.blogspot.com/2011/02/ternyata-jin-tidak-mengerti-tentang.html

Jika Gunung Ini Meletus, 2/3 Amerika Hancur



Taman Nasional Yellowstone di negara bagian Wyoming, Montana, dan Idaho, Amerika Serikat berada tepat di bawah puncak salah satu gunung api terbesar di dunia, Yellowstone. Sebuah supervulkano atau gunung api super.

Para ahli mengkhawatirkan, gunung yang masih aktif ini bakal meletus. Apalagi, kaldera Yellowstone menunjukkan tanda-tanda peningkatan aktivitas sejak tahun 2004 lalu.

Apa yang terjadi jika Yellowstone meletus? Jawabannya, tragedi. Kekuatan erupsinya diperkirakan ribuan kali lebih kuat dari letusan gunung St Helena pada tahun 1980.

Yellowstone akan memuntahkan lava ke langit, sementara abunya yang panas akan mematikan tanaman dan mengubur wilayah sekitarnya hingga radius 1.000 mil atau lebih dari 1.600 kilometer.

Tak hanya itu, dua per tiga wilayah Amerika Serikat bisa jadi tak bisa dihuni karena udara beracun yang berhembus dari kaldera. Ribuan penerbangan terpaksa dibatalkan, jutaan orang menjadi pengungsi.

Ini adalah mimpi buruk yang diprediksi para ilmuwan, jika Yellowstone kembali meletus untuk kali pertamanya dalam 600.000 tahun. Berita buruknya, ini mungkin terjadi di masa depan.

Penelitian menunjukkan, kaldera Yellowstone telah meletus tiga kali dalam kurun waktu 2,1 juta tahun. Kekhawatiran para ahli bukannya tanpa dasar. Peningkatan terekam sejak tujuh tahun lalu. Juga, dalam tiga tahun terakhir, lantai gunung naik tiga inchi per tahun. Ini tingkat peningkatan tercepat sejak pencatatan yang dimulai tahun 1923.

Namun, kurangnya data tak memungkinkan para ilmuwan memprediksi kapan gunung super itu bakal meletus. Ahli vulkanologi dari University of Utah, Bob Smith mengatakan, pengangkatan itu luar biasa karena meliputi wilayah yang cukup luas.

Awalnya, tambah dia, para ilmuwan khawatir peningkatan itu bisa mengarah ke letusan. Untungnya, "kami melihat magma berada di kedalaman sepuluh kilometer, kami tidak begitu khawatir," kata dia, seperti dimuat Daily Mail, Selasa 25 Januari 2011. Lain halnya jika magma berada di kedalaman dua atau tiga kilometer, para ahli bakal panik.
Sementara, Robert B. Smith, profesor geofisika di University of Utah, mengatakan, ruang magma gunung super itu terisi batu yang mencair.

"Tapi kita tidak tahu berapa lama proses ini berlangsung sebelum akhirnya terjadi letusan, atau sebaliknya aliran batu cair berhenti dan kaldera kembali rata."

Para ilmuwan yang memantau Yellowstone percaya, ruang penyimpanan magma atau reservoir yang membengkak di kedalaman enam mil di bawah tanah mungkin menyebabkan pengangkatan itu.

Para ilmuwan juga mengamati gumpalan seperti kue panekuk yang terbentuk dari batuan cair seukuran kota Los Angeles di lokasi itu. Karena kondisinya yang ekstrem, sulit bagi ilmuwan untuk menentukan apa sebenarnya yang sedang terjadi di bawah Yellowstone.

sumber : situslakalaka.blogspot.com

Malaikat Perang Badar Turun Di Tengah Demonstran Mesir



Dunia tengah diramaikan dengan perdebatan di sejumlah media online mengenai rekaman video kerusuhan di Mesir yang tak diduga telah terekam sebuah "penampakan" yang diyakini sebagai seorang lelaki berkuda yang bercahaya di tengah-tengah keramaian orang yang sedang melakukan aksi unjuk rasa.

Rekaman video tersebut disiarkan pertama kali oleh stasiun lokal dimana terlihat bayang penunggang kuda berwarna hijau dan bercahaya, yang seolah-olah sedang memperhatikan kendaraan yang terbakar akibat ulah dari para pengunjuk rasa yang saling melempar batu. Dalam rekaman itu, kemudian penampakan kuda dan penunggangnya bergerak secara perlahan sebelum akhirnya berlari ke atas dan menghilang ditelan kegelapan langit.

Banyak orang beranggapan jika itu hanyalah sebuah penampakan yang disebabkan oleh pantulan cahaya di sekitarnya atau cahaya dari lampu kilat kamera. Namun tidak demikian dengan kaum muslimin yang sedang terdesak melawan Kebatilan. Benar, Satu Malaikat yang memakai tanda, yang dulu bersama sama membantu Barisan Kaum Muslimin saat Perang Badar, tiba tiba terlihat seolah memberi Pesan singkat yang menggetarkan Kaum Muslimin Dunia.

Jangan Engkau bersedih, dan jangan pula engkau takut, jika engkau merasakan sakit, mereka juga sama merasakannya, hanya saja engkau mendapatkan sesuatu dari Tuhanmu yang tidak mereka dapatkan. Kehadiran kami disetiap Kepentingan Kaum Muslimin adalah sesuatu yang Haq.


Kamis, 17 Februari 2011

Camkan Pesan Terakhir Rosulullah Menjelang Ajal Menjemputnya



Sebelum malaikat Izrail diperintah Allah SWT untuk mencabut nyawa Nabi Muhammad SAW, Allah SWT telah berpesan kepada Jibril. "Hai Jibril, jika kekasih-Ku menolaknya, laranglah Izrail melakukan tugasnya!" Sungguh berharganya manusia yang satu ini.

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam" kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?". "Tak tahulah ayahku, sepertinya orang baru, sekali ini aku melihatnya" tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

"Ketahuilah wahai anakku, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut" kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakan tangisnya.

Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut bersama menyertainya. Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah SWT dan penghulu dunia ini. "Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu" kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.

"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya" kata Jibril. Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."

Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal" kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat sekali maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku" Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.

Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis-shalaati, wamaa malakat aimaanukum (peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu)". Di luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii, ummatii, ummatiii! (Umatku, umatku, umatku)".

Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Allaahumma sholli 'alaa Muhammad wa'alaihi wasahbihi wasallim. Ya Allah, Berikanlah untuk Muhammad "al wasilah" (derajat) dan keutamaan. Dan tempatkanlah ia di tempat terpuji sebagaimana yang telah Engkau janjikan".

Betapa mendalam cinta Rasulullah kepada kita ummatnya, bahkan diakhir kehidupannya hanya kita yang ada dalam fikirannya. Sakitnya sakaratul maut itutetapi sedikit sekali kita mengingatnya bahkan untuk sekedar menyebut namanya.

sumber : http://situslakalaka.blogspot.com/2011/02/camkan-pesan-terakhir-rosulullah.html

Kisah Isa & Al Quran Menjadi Jembatan Abdulhadi Menuju Islam


Kisah Isa & Al Quran Menjadi Jembatan Abdulhadi Menuju Islam
Abdulhadi

Abdulhadi, 23 tahun, dibesarkan dalam ajaran Katholik. Orangtuanya berdarah Polandia, negara di mana, menurut penuturannya, Katholik adalah agama utama dan ajarannya menjadi praktek hidup keseharian warganya.

"Saya diajari berdoa sejak kecil dan dibaptis dalam gereja," tuturnya. "Saat itu sangat menyenangkan," aku Abdulhadi.

Namun ketika menginjak masa remaja, ia merasa agama tak ada lagi berarti. "Nol, saya juga meragukan semua eksistensi," ungkap Abdulhadi.

Ia gelisah. Banyak pertanyaan muncul di benaknya, seperti dari mana ia berasal dan mengapa ia hidup. "Tapi saya tidak menemukan jawaban." ujarnya.

Saat pencarian itu ia mengaku mengalami kondisi sulit yang ia analogikan sebagai tamparan keras. "Tiga hingga empat kali saya ditampar dan itu sangat menyakitkan," tuturnya tanpa mau menceritakan detail kisah sulitnya.

Saat kian gelisah ia bertemu seorang teman. Temannya bergama Islam. "Ia tak mengatakan apa-apa pada saya, hanya mengajak saya untuk menjauhi keburukan," ungkapnya.

Ajakan itu ia pandang masuk akal. Saat mulai hidup teratur ia kembali tenang, ketika itu pulalah Abdulhadi mengingat Tuhan lagi.

Selama ini ia selalu menyimpan sebuah injil di rak buku. Mengetahui itu teman Muslimnya tadi berkata, "Kalau kamu punya injil seharusnya kamu punya Al Qur'an pula."

Terganggu dengan ucapan itu Abdulhadi pun terdorong untuk mempelajari injil yang ia miliki. "Terus terang saya berkata pada diri sendiri bahwa kalau saya harusnya menyelidiki dan mempelajari agama saya dulu pertama kali," ungkapnya.

Ketika ia selesai membaca injil ia pun mulai membandingkan kitab tersebut dengan Al Qur'an. Dalam proses itu ia menemukan Jesus sebagai jembatan, karena ternyata Jesus pun disebut dalam kitab suci Agama Islam itu, sebagai Isa.

"Itulah yang mendorong saya untuk tahu lebih lanjut," ujarnya. Abdulhadi pun mulai membaca setiap kalimat dalam Al Qur'an.

Saat membaca ia merasa heran sekaligus takjub. "Buku ini luar biasa saya sungguh tidak menemukan keraguan terhadap satu pun kalimat di dalamnya," ujarnya.

"Ketika kita membaca buku lain, filsafat, saya masih menemukan ada sesuatu yang meragukan, tapi tidak di Al Qur'an" kata Abdulhadi. "Ini sungguh kitab kebenaran."

Saat timbul pemikiran itu ia pun membisikkan harapan ke dalam benaknya ingin menjadi seorang Muslim. "Benar-benar karena membaca Al Qur'an tak ada penyebab utama lain, namun keinginan hati saya begitu kuat untuk memeluk Islam."

Abdulhadi memeluk Islam pada 2005 lalu. Ia mengaku telah menjalani Ramadhannya yang ke-7.

"Saya kira setiap orang harus mempelajari benar-benar agama yang mereka anut," ujarnya. Ucapan Abdulhadi mengacu pada teman-teman Muslim lain yang ia jumpai banyak pula yang tak melaksankan ajaran dan beribadah sesuai perintah agama.

"Ini mengingatkan saya ketika remaja dulu. Sebagai pemeluk Katholik saya pun tak jarang beribadah." ujarnya.

Abdulhadi memandang setiap orang pada intinya memiliki kecenderunga jiwa yang sama, baik ia menganut Hindu, Budha atau agama Nasrani. "Mereka pasti memiliki pertanyaan mendasar, mengapa kita diciptakan di muka bumi," kata Abdulhadi.

"Resepnya sederhana saja, carilah dan mulailah dari keyakinan yang kita peluk. Pada akhirnya perilaku kita pun akan berubah,' ujarnya.

Ia juga menekankan bagi mereka yang mencoba mencari jawaban dalam hidup agar tidak menutup diri dari mempelajari keyakinan lain.

"Seperti yang telah saya lakukan. Siapa yang mencari pasti akan menemukan jawabannya. Nanti kita akan dituntun untuk menemukan bahwa Islam adalah agama yang mampu menjawab semua pertanyaan." ujarnya penuh keyakinan.

Sumber : REPUBLIKA.CO.ID

Halaman Ke