Rabu, 24 November 2010

11 Manfaat Asam Jawa bagi Kesehatan



Asam jawa yang selama ini dikenal sebagai bumbu dapur, ternyata memiliki bahyak manfaat untuk pengobatan. Nyeri dan bau anyir di waktu haid, radang tenggorokan atau difteri, batuk kering, bisul, darah rendah, sariawan, keputihan, serta campak adalah beberapa penyakit yang bisa diatasi oleh asam jawa.

Pohon asam berasal dari Afrika, biasa ditanam sebagai pohon perindang, bisa mencapai ketinggian 25 meter. Daunnya bersirip sama rata dan bunganya kekuning-kuningan. Buahnya berbentuk batang dan berbiji dengan panjang 3,5-20 cm dan tebal 2,5 cm. Kulit cangkang luar lunak berwarna cokelat dan daging buah rasanya asam.

Daging buahnya berwarna putih kehijauan dan sesudah tua menjadi cokelat. Daging buah biasa dipakai untuk mengasamkan makanan, dibuat sirup, atau membersihkan barang-barang logam yang warnanya berubah menjadi kehitaman. Daging buah yang sudah tua kadang-kadang diolah (ditanak) agar tahan lama.

Karena warnanya menjadi kehitam-hitaman, biasa disebut asam kawak.
Daging buahnya mengandung bermacam-macam asam, seperti tatrat, malat, sitrat, suksinat, asetat. Asam berkhasiat untuk memudahkan buang air besar dan melancarkan peredaran darah. Daunnya yang mengandung flavonoid bersifat antiradang dan menghilangkan rasa sakit.

Bisa Menjadi Pencahar
Menurut Ir. Wahyu Soeprapto, ahli tanaman obat dari Malang, Jawa Timur, daun pohon asam jawa diyakini bisa menurunkan panas dalam dan juga menambah nafsu makan. Selain itu, karena mengandung asam tatrat, asam jawa diyakini bisa sebagai pencahar bagi mereka yang mengalami sulit buang air.

“Karena sifatnya menjadi gel dengan menyerap cairan, asam jawa juga bisa dipakai untuk menghancurkan lemak,” kata Soeprapto.

Wahyu juga menambahkan, asam jawa bisa dibuat sebagai minuman hangat. Menurutnya, sebagai variasi, asam jawa juga bisa dipadukan dengan obat tradisional lainnya seperti temulawak, pace, atau yang lain. “Yang penting, lihat kebutuhan dan takarannya,” katanya lagi.

Daging buah asam biasanya dibuat agar-agar, sirup, atau manisan. Inti kayu berat dibuat menjadi kayu halus dan dijadikan bahan pahatan. Bijinya dibakar atau digoreng, sehingga dapat dimakan. Buahnya termasuk dalam daftar obat tradisional yang sudah dilegalkan.

Ramuan Asam Jawa
1. Bisul
Asam kawak (daging buah asam matang yang sudah diolah dan warnanya hitam bukan cokelat) sebanyak lima gram, daun bayam duri dan daun kangkung masing-masing 10 gram, sedikit garam.

Daun bayam dan kangkung ditumbuk halus, dicampur dengan asam dan diberi sedikit garam dapur. Tempelkan pada bisul sampai seluruh permukaannya tertutup semua. Bila sudah kering, ganti lagi dengan yang baru. Dengan cara ini, dalam waktu singkat bisul akan matang dan pecah.

2. Sariawan
Satu cangkir daun asam muda dicuci bersih, sepotong kunyit lima cm diiris tipis. Rebus dengan empat gelas air sampai tinggal setengahnya. Supaya rasanya agak enak, tambahkan gula aren saat merebus. Saring. Minum setiap pagi dan sore. Ulangi selama beberapa hari.

3. Nyeri Haid
a. Satu genggam daun asam muda dicampur dengan dua jari kunyit dan setengah gelas air masak, lalu ditumbuk halus. Tumbukan ditambah air secukupnya kemudian disaring dan diminum.
b. Asam kawak setengah ibu jari, temulawak 10 potong, gula aren secukupnya. Rebus ketiga bahan tadi dengan air satu gelas, biarkan hingga menjadi setengahnya. Minum setiap pagi, lakukan berturut-turut selama seminggu menjelang datang bulan.

4. Pencegah kolesterol tinggi
Ambil 150-200 gram daun asam jawa, tumbuk halus. Beri segelas (220 ml) air matang panas. Lalu saring dan minum sampai habis. Lakukan sehari tiga kali.

5. Menurunkan demam bayi
Asam kawak dan kunyit masing-masing satu ibu jari, daun melati muda lima lembar, daun bawang dua tangkai. Setelah dicuci, tumbuk semua bahan tersebut hingga halus. Tempelkan di ubun-ubun bayi.

6. Demam setelah nifas
Asam kawak satu jari, gula aren secukupnya. Asam dan gula aren diseduh dengan air panas dalam gelas. Setelah agak hangat minum. Minum dua kali masing-masing satu gelas sampai beberapa hari.

7. Ambeien
Asam kawak satu gram, daun keji beling dan meniran masing-masing enam gram, temulawak tiga gram. Setelah dibersihkan, rebus dengan seliter air, biarkan hingga menjadi setengahnya. Setelah dingin, minum tiga kali sehari.

8. Darah rendah
Asam kawak lima gram, bayam 250 gram, gula aren 10 gram, bawang merah 50 gram, cabai 15 gram, garam dapur tujuh gram. Bayam direbus, jangan terlalu masak. Semua bahan lainnya ditumbuk jadi satu menjadi sambal. Nasi beras merah, bayam, dan sambal digunakan sebagai santapan makan siang. Lakukan setiap hari sebagai lauk pauk.

9. Difteri
Asam jawa, lobak, bawang merah, kencur masing-masing lima gram, daun pepaya 10 gram. Selain asam, semua bahan ditumbuk diberi air kemudian diperas airnya. Tambahkan asam. Seduh dengan air panas. Aduk hingga merata. Selagi masih hangat, gunakan untuk kumur. Lakukan tiga kali sehari.

10. Disentri
Asam kawak lima gram, kunyit dan temulawak masing-masing 10 gram, madu murni satu sendok makan. Asam kawak, kunyit, dan temulawak ditumbuk jadi satu, beri air panas satu cangkir, peras, lalu saring. Tuangkan madu ke dalam perasan tersebut, aduk rata. Diminum sekaligus pada pagi hari.

11. Eksim
Asam jawa segenggam, umbi temu lawak satu buah, gula aren satu potong. Umbi temulawak ditumbuk, campur dengan asam dan gula. Rebus dengan dua gelas air hingga tersisa setengahnya. Minum sekali sehari. Lakukan dua hari sekali. @ Suharso Rahman

sumber : KOMPAS.com

Makanan untuk Menambah Kualitas Sperma Suami

Jangan biarkan si dia minum terlalu banyak minuman cola jika ingin menambah kemungkinan Anda hamil.

Makanan bisa memengaruhi kualitas sperma pria. Jika Anda berencana untuk mengisi kekosongan rumah dengan hadirnya seorang anak, coba jaga asupan suami agar kualitas spermanya tetap terjaga dan hindari makanan-makanan yang bisa merusaknya. Berikut laporan Ana Mantica dalam majalah Eating Well mengenai makanan yang penting untuk kualitas sperma pria:


Buah dan Sayur
Dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal Fertility and Sterility pada tahun 2009 dikatakan bahwa jumlah sperma sehat dikaitkan dengan konsumsi nutrisi tertentu. Beberapa nutrisi tersebut dapat ditemukan dalam buah-buahan dan sayuran. Para peneliti berspekulasi bahwa antioksidan dapat meningkatkan kualitas sperma.

Ikan
Menurut sebuah studi dalam di Amerika Jurnal Epidemiologi, omega-3 yang ditemukan dalam minyak ikan dapat membantu pasangan untuk meningkatkan kualitas sperma. Penelitian yang dilakukan oleh University of Illinois menemukan bahwa tikus yang mengkonversi asam alpha-linoleat (ALA) ke dalam DHA omega-3 tampak lebih subur. Meskipun demikian, penelitian ini masih dini untuk memberikan rekomendasi seberapa banyak pasangan Anda dapat mengkonsumsi omega-3.

Hindari:
Cola
Apabila Anda ingin memiliki anak, jangan berikan minuman bersoda kepada pasangan Anda. Sebuah studi pada tahun 2010 di Denmark menemukan hubungan antara mengkonsumsi cola dan berkurangnya kualitas sperma. Para ilmuwan pun melakukan penelitian terhadap 2.554 orang. Menurut laporan penelitian di Amerika Jurnal Epidemiologi, ditemukan bahwa orang yang mengkonsumsi lebih dari 10 kaleng soda dalam seminggu, cenderung memiliki sperma yang lebih sedikit.

Kedelai

Mengkonsumsi kedelai untuk jangka panjang, dapat menurunkan jumlah sperma, menurut penelitian dalam jurnal Endokrinologi Molekuler and Cellular. Penelitian yang dilakukan terhadap tikus jantan menunjukkan bahwa kedelai yang dikonsumsi setiap hari dapat menurunkan 25 persen sperma dari jumlah normal. Para ilmuwan juga mencatat perubahan dalam gen yang terlibat dalam motilitas sperma pada tikus yang mengkonsumsi kedelai. Para peneliti menduga bahwa isoflavon kedelai dapat menurunkan kualitas sperma.

sumber : KOMPAS.com

Laptop Bisa Ganggu Sperma

Ilustrasi


Ini adalah peringatan bagi para pria yang punya kebiasaan memangku laptop di atas paha. Penelitian para ahli yang dimuat jurnal Fertility and Sterility edisi November ini menyarankan agar para lelaki menghindari kebiasaan menempatkan laptop di dekat organ vitalnya. Karena hal itu dapat memicu risiko timbulnya gangguan kesuburan.


Peneliti menjelaskan, penggunaan laptop dapat menjadi ancaman bagi produksi sperma karena suhu panas yang ditimbulkan oleh komputer jinjing dapat memicu naiknya temperatur pada skrotum atau kantong testis penghasil sel sperma.

Dalam risetnya, para peneliti mengukur suhu skrotum 29 relawan pria dengan menggunakan termometer. Para relawan ini diukur saat mereka menempatkan laptop di atas lututnya. Meski para relawan menggunakan sejenis alas untuk meredam suhu laptop, peneliti menemukan testikel para relawan mengalami peningkatan suhu yang cepat.

"Dalam 10 atau 15 menit temperatur skrotum sudah naik di atas level yang kami anggap aman. Tetapi, mereka tidak merasakannya," ungkap Dr Yefim Sheynkin, pakar urologi dari State University of New York.

Sheynkin menekankan, hasil pengujian ini tidak membuktikan kalau penggunaan laptop dapat menurunkan kesuburan pria. Akan tetapi, hasil beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan, peningkatan suhu pada skrotum dapat menimbulkan sedikit kerusakan pada sperma.

Dalam pengukuran suhu skrotum ditemukan bahwa temperatur testis pria mengalami kenaikan hingga 2,5 derajat celsius setelah bekerja dengan menempatkan komputer di atas paha.

"Saya tidak akan mengatakan bahwa apabila seseorang menggunakan laptop lalu mereka akan menjadi mandul," ujar Sheynkin.

Namun, lanjutnya, dengan penggunaan yang cukup sering tentu dapat menimbulkan gangguan, sebab "Skrotum tidak memiliki waktu untuk melakukan pendinginan."

Jika memang terbukti memengaruhi kesuburan, laptop sebaiknya dimasukkan dalam faktor gaya hidup lain—seperti diet, penggunaan obat-obatan, dan olahraga—yang harus dipelihara kaum pria untuk dapat mempertahankan sistem reproduksinya tetap sehat. Sheynkin menambahkan, penggunaan celana jins atau pakaian dalam yang ketat tidak akan menimbulkan menurunnya jumlah sel sperma pria.

Sumber : KOMPAS.com

Daun Katuk Bangkitkan Vitalitas Seks




Daun katuk adalah daun dari tanaman Sauropus adrogynus (L) Merr, famili Euphorbiaceae.

Selain memperlancar dan meningkatkan produksi ASI, daun katuk yang populer sebagai sayur ini, bisa juga membangkitkan vitalitas seks, mencegah osteoporosis, dan mengobati macam-macam penyakit.
"Sedikitnya daun katuk mengandung tujuh senyawa aktif yang dapat merangsang sintesis hormon-hormon steroid"

Banyak tanaman Indonesia yang saat ini telah digunakan secara luas untuk berbagai tujuan pengobatan, selain dikonsumsi sebagai sayur. Salah satunya daun katuk.

Daun katuk adalah daun dari tanaman Sauropus adrogynus (L) Merr, famili Euphorbiaceae. Sebutan lain untuk daun katuk adalah memata (Melayu), simani (Minangkabau), kebing dan katukan (Jawa), serta kerakur (Madura).

Campuran makanan
Sejauh ini dikenal dua jenis tanaman katuk, yakni katuk merah dan katuk hijau. Katuk merah masih banyak dijumpai di hutan belantara. Sebagian pehobi tanaman hias mencoba menanam karena tertarik pada warna daunnya yang hijau kemerah-merahan.

Katuk hijau banyak digunakan untuk keperluan konsumsi, yaitu sebagai sayuran dan obat-obatan. Di Indonesia daun katuk lazim dimanfaatkan untuk melancarkan air susu ibu (ASI), serta sebagai obat borok, bisul, demam, dan darah kotor.
Saat ini, daun katuk sudah diproduksi sebagai sediaan fitofarmaka yang berkhasiat untuk melancarkan ASI. Pada tahun 2000, telah terdapat sepuluh pelancar ASI yang mengandung daun katuk, beredar di Indonesia. Bahkan, ekstrak daun katuk telah digunakan sebagai bahan fortifikasi pada produk makanan yang diperuntukkan bagi ibu menyusui.

Pengembangan riset mengenai daun katuk terus dilakukan, terutama untuk menghilangkan efek negatif yang mungkin timbul. Daun katuk disarankan untuk dikonsumsi setelah direbus atau ditumis.

Gudang Vitamin C
Dilihat dari nilai gizinya, dan katuk punya nilai gizi yang cukup baik, seperti protein, lemak, kalsium, fosfor, besi, vitamin A, B, dan C. Daun katuk juga mengandung beberapa senyawa alifatik. Khasiat daun katuk sebagai peningkat produksi ASI, diduga berasal dari efek hormonal senyawa kimia sterol yang bersifat estrogenik. Daun katuk juga mengandung efedrin yang sangat baik bagi penderita influenza.

Daun katuk merupakan sumber vitamin C yang sangat baik. Kandungan vitamin C pada daun katuk bahkan jauh lebih tinggi daripada jeruk maupun jambu biji, yang selama ini telah dikenal sebagai sumber vitamin C yang sangat baik.
Vitamin C dikenal sebagai senyawa utama tubuh yang dibutuhkan dalam berbagai proses penting, mulai dari pembuatan kolagen (protein berserat yang membentuk jaringan ikat pada tulang), pengangkut lemak, pengangkut elektron dari berbagai reaksi enzimatik, pemacu gusi yang sehat, pengatur tingkat kolesterol, serta pemacu imunitas. Selain itu, vitamin C sangat diperlukan tubuh untuk penyembuhan luka dan meningkatkan fungsi otak agar dapat bekerja maksimal.

Daun katuk juga merupakan sumber vitamin A yang cukup baik. Vitamin A sangat diperlukan tubuh untuk mencegah penyakit mata, pertumbuhan sel, sistem kekebalan tubuh, reproduksi, serta menjaga kesehatan kulit.

Daun katuk juga memiliki kadar kalsium yang sangat baik. Kalsium merupakan salah satu mineral terpenting yang dibutuhkan oleh tubuh. Konsumsi kalsium kurang dari kebutuhan dapat menyebabkan rapuhnya integritas tulang dan osteoporosis di usia dini, umumnya terjadi pada wanita. Tekanan darah tinggi juga dapat disebabkan oleh kadar kalsium di dalam darah yang sangat rendah.

Selain memperlancar produksi ASI seperti yang dikenal selama ini, daun katuk juga kaya senyawa yang dapat menggenjot mutu dan jumlah sperma, termasuk membangkitkan vitalitas seksual. Daun katuk dipenuhi senyawa fitokimia berkhasiat obat.

Sedikitnya daun katuk mengandung tujuh senyawa aktif yang dapat merangsang sintesis hormon-hormon steroid (seperti progesteron, estradiol, terstosteron, glukokortikoid) dan senyawa eikosanoid (di antaranya prostaglandin, prostasiklin, tromboksan, lipoksin, dan leukotrien).

Menurut Yun (1997), daun katuk mempunyai efek diuretik dengan dosis 72 mg per 100 g berat badan. Menurut Lucia (1997), pemberian infus daun katuk dengan kadar 20 persen, 40 persen, dan 80 persen pada mencit selama periode organogenesis (pembentukan organ) tidak menyebabkan cacat bawaan (teratogenik) dan resorbsi.

Efek Negatifnya Sulit Tidur
Di balik kelebihannya, daun katuk menyimpan sejumlah kekurangan. Selain membantu proses metabolisme di dalam tubuh, glukokortikoid hasil metabolisme senyawa aktif daun katuk dapat mengganggu penyerapan kalsium dan fosfor, baik kalsium dan fosfor yang terdapat dalam daun katuk itu sendiri maupun dalam makanan lain yang disantap bersama masakan daun katuk.

Di Taiwan, pernah dilaporkan bahwa pada orang yang mengonsumsi jus daun katuk mentah (150 g) selama 2 minggu hingga 7 bulan, terjadi efek samping dengan gejala sulit tidur, tidak enak makan, dan sesak napas. Namun, gejala-gejala tersebut menghilang setelah 40-44 hari penghentian konsumsi jus daun katuk.

Menurut Sriana (2006), proses perebusan dapat mengurangi efek negatif dari daun katuk. @

Prof. DR. Made Astawan
Dosen Departemen Teknologi
Pangan Dan Gizi IPB

sumber : KOMPAS.com

Senin, 22 November 2010

Gema Syahadat Para Mualaf di Masjid Sunda Kelapa

Gerbang Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta (mqtravel.co.id)

dakwatuna.com – Hujan lebat mengguyur kawasan Jakarta, khususnya Menteng, Jumat (12/11) siang. Hujan yang turun saat shalat Jumat baru saja usai ditunaikan itu membuat ribuan jamaah Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, lebih memilih untuk bertahan sembari menunggu hujan reda.

Apalagi pada saat bersamaan, di masjid tersebut ada prosesi pengislaman tiga mualaf. Mereka adalah Juan Alvarez Vita ( Duta Besar Peru untuk Indonesia), Julien Meltzer (seorang musisi asal Prancis), dan Peter John Cass (seorang pensiunan asal Kanada). Upacara pengucapan syahadat tersebut dipimpin Ustaz Dr H Abdurrahim Yapono MA dan disiarkan langsung melalui CCTV sehingga bisa disaksikan dengan jelas oleh para jamaah, baik yang berada di lantai satu maupun lantai dasar.

Setiap kali salah seorang dari mereka mengucapkan syahadat, jamaah berseru, “Allahu Akbar”. Setelah itu, Ustaz Abdurrahim bertanya dalam bahasa Inggris, “Sekarang, apa agama Anda?” Mereka menjawab, “Islam.” Abdurrahim lalu memberikan wejangan singkat mengenai tugas dan tanggung jawab menjadi seorang Muslim.

Dalam acara yang juga dihadiri dan disaksikan oleh dubes dari empat negara sahabat (Saudi Arabia, Iran, Somalia, dan Bosnia) itu, Ustaz Abdurrahim mengupas rukun Islam yang lima. Mulai dari syahadat, shalat fardhu lima waktu, kewajiban berzakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan pergi haji ke Tanah Suci bagi yang mampu melaksanakannya.

Kemudian, ia memimpin doa untuk ketiga mualaf tersebut maupun seluruh jamaah yang hadir. “Ya Allah, bahagiakan ketiga saudara kami ini, bahagiakan mereka di dunia dan akhirat, bahagiakan kami di dunia dan akhirat.”

Upacara tersebut ditutup dengan acara pemberian ucapan selamat. Ratusan jamaah menyalami, bahkan memeluk hangat ketiga mualaf tersebut. Wajah ketiganya semringah mendapatkan sambutan yang begitu hangat dari saudara-saudaranya sesama Muslim.

Seusai upacara ikrar syahadat, tiga orang mualaf itu diundang oleh Ketua Dewan Pengurus Masjid Sunda Kelapa, HM Aksa Mahmud, untuk berbincang di ruang pengurus. Dengan senang hati, Juan Alvarez Vita dan Julien Meltzer memenuhi undangan tersebut, sedangkan Peter John Cass sudah pulang lebih dahulu karena ada urusan lain yang tidak bisa ditinggalkan.

Juan Alvarez Vita dan Julian Metlzer berbagi cerita tentang perjalanan mereka menemukan Islam. Vita mengatakan, sebelum datang ke Indonesia ia telah mempelajari Islam selama 10 tahun. “Sejak berada di Indonesia empat tahun lalu, saya makin aktif belajar Islam, baik melalui diskusi-diskusi, khususnya dengan dua orang guru saya, Pujadi dan David, maupun membaca berbagai buku tentang Islam dan Alquran,” ungkapnya.

Setelah mengenal dan memahami ajaran Islam, Juan merasa ajaran Islam itu sangat indah. “Islam adalah agama yang cinta damai dan sangat menghormati eksistensi manusia. Namun, selama ini Barat melancarkan propanda yang menjelekkan Islam,” sesalnya.

Sementara Meltzer mengisahkan sudah mempelajari Islam sejak empat tahun lalu saat masih tinggal di Prancis. ”Dan, saya makin yakin kepada Islam setelah belajar Islam di Indonesia selama dua tahun,” ungkap Meltzer.

Pada kesempatan tersebut, Aksa Mahmud memberikan cendera mata berupa Alquran terjemah dan songkok hitam. Ia mengatakan, Masjid Sunda Kelapa secara aktif terlibat dalam kegiatan mengislamkan orang-orang non-Muslim yang memutuskan untuk menjadi Muslim (mualaf).

“Tiap minggu selalu ada orang yang mengikrarkan dua kalimat syahadat di Masjid Sunda Kelapa. Mereka berasal dari berbagai negara,” kata pengusaha nasional yang terjun ke politik (menjadi wakil ketua MPR priode 2004-2009 dan anggota DPD priode 2009-2014) dan kini menjadi pengurus masjid itu.

Kepala Bagian Mualaf Masjid Sunda Kelapa, Drs Anwar Sujana, menyebutkan, sejak 1993 sampai saat ini, Masjid Sunda Kelapa sudah mengislamkan belasan ribu orang. “Hingga November 2010, jumlahnya sudah mencapai 15.956 orang,” papar Anwar Sujana. (Budi Raharjo/Irwan Kelana/RoL)

Aneh!! Umat Kristen Menentang Perda Anti Maksiat, Miras & Pelacuran

Secara membabi buta, pihak Nasrani menyatakan sikap phobinya terhadap formalisasi Syariat Islam di berbagai daerah. Majalah Spektrum edisi Oktober 2010 menyuarakan alerginya terhadap Syariat Islam dengan headline “Negara Islam Indonesia Tinggal Selangkah Lagi.” Majalah yang mengusung slogan “Media Kristen Pilihan Umat” ini mengklaim formalisasi Syariat Islam sebagai alat kekuasaan untuk menindas kaum minoritas.

“Formalisasi syariah Islam dalam bentuk peraturan daerah (perda) dan undang-undang kian menjamur di berbagai belahan bumi Indonesia. Syariah ini nantinya digunakan sebagai alat kekuasaan dan kekuatan untuk mengintervensi kehidupan warganya tanpa mempedulikan hak-hak pemeluk agama lain atau pun keyakinan kaum minoritas.” (hlm. 15).

Formalisasi syariat Islam dalam bentuk perda-perda ini lantas dikait-kaitkan dengan 7 kata dalam Piagam Jakarta dalam draft UUD 1945 di masa Soekarno: “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.” Untuk melampiaskan tudingannya bahwa perda-perda itu menindas kaum minoritas, Spektrum mengemukakan contoh kasus HKBP Bekasi. Padahal salah satu pemicu kasus HKBP Bekasi adalah pemalsuan tandatangan warga Bekasi dalam proses pendirian gereja HKBP.

Di akhir Laporan Utama, Spektrum menutup dengan sebuah ajakan kepada para non Muslim untuk bersatu memisahkan diri dari NKRI dan mendirikan negara baru di kawasan Indonesia Timur. Wacana ini didukung dengan statemen Dolfie Maringka yang mengklaim dirinya sebagai pelopor Republik Minahasa.

“Satu-satunya solusi adalah kolektivitas para kelompok minoritas beragam agama dan aliran setanah air menyatakan sikap tegas akan merumuskan desain negara baru di kawasan timur Indonesia dan memisahkan dan memisahkan diri dari NKRI jika tuntutan pembubaran perda-perda syariah dan tindakan hukum terhadap kelompok-kelompok yang sering menebar teror tidak dilakukan” (hlm. 16).

....Headline majalah Kristen tersebut terasa dangkal karena hanya menuding tanpa mengemukakan satu pasal pun dalam perda yang dinilai menindas minoritas....

Headline majalah Kristen tersebut terasa dangkal karena hanya menuding tanpa mengemukakan satu pasal pun dalam perda yang dinilai menindas minoritas. Spektrum hanya mengemukakan daftar perda syariah di berbagai daerah pada halaman 20-21, antara lain:

1. Perda Padang Pariaman nomor 2/2004 tentang Pencegahan, Penindakan dan Pemberantasan Maksiat; Perda Provinsi Gorontalo nomor 10/2003 tentang Pencegahan Maksiat;

2. Perda Kota Bengkulu nomor 24/2000 tentang Pelarangan Pelacuran; Perda Kabupaten Jember nomor 14/2001 tentang Penanganan Pelacuran; Perda Kepulauan Riau nomor 6/2002 tentang Ketertiban Sosial yang isinya mengenai pemberantasan pelacuran dan kumpul kebo; Perda Sumatera Selatan nomor 13/2002 tentang Pemberantasan Maksiat yang diikuti dengan Perda Kota Palembang nomor 2/2004 tentang Pemberantasan Pelacuran; Perda Kota Tangerang nomor 8/2004 tentang Pemberantasan Pelacuran; Raperda Depok mengenai Pemberantasan Pelacuran dan Minuman Keras;

3. Instruksi Walikota Bengkulu Nomor 3/2004 tentang Program Kegiatan peningkatan Keimanan; Surat Edaran Bupati Tasikmalaya tahun 2001 tentang upaya peningkatan kualitas keimanan dan ketakwaan.

4. Program Gerakan Pembangunan Masyarakat Beraklakul Karimah yang dicanangkan oleh Bupati Cianjur pada bulan September 2001.

....penolakan umat Kristen itu sangat aneh dan tidak masuk akal. Apa yang ditakutkan dari perda-perda yang peningkatan iman & akhlak, pemberantasan kemaksiatan, pelacuran dan minuman keras tersebut....

Bila dicermati, daftar perda-perda bernuansa syariah yang ditampilkan Spektrum tersebut, maka penolakan umat Kristen itu sangat aneh dan tidak masuk akal. Apa yang ditakutkan dari perda-perda yang peningkatan iman & akhlak, pemberantasan kemaksiatan, pelacuran dan minuman keras tersebut. Seharusnya, hanya para penjahat, pelacur, pezina dan pemabok saja yang layak takut dengan perda-perda tersebut. Sebaliknya, orang beriman harus bersyukur dan mendukung perda-perda tersebut. Ada apa dengan kalangan Kristen penolak perda itu?

Pertama, mengapa kalangan Kristen menolak keras perda tentang peningkatan kualitas keimanan dan ketakwaan? Apakah mereka khawatir bila umat Islam kuat akidahnya, lalu sulit dimurtadkan (dikristenkan) sehingga misi kristenisasi atas nama anamat agung Yesus menjadi terhambat?

Kedua, mengapa umat Kristen di majalah Spektrum itu menentang perda tentang gerakan pembangunan masyarakat berakhlakul karimah? Apakah Kristen mengajarkan akhlak yang jelek, sehingga gerakan peningkatan akhlakul karimah (akhlak yang terpuji) harus ditentang habis-habisan?

....Seharusnya, hanya para penjahat, pelacur, pezina dan pemabok saja yang layak takut dengan perda-perda tersebut. Sebaliknya, orang beriman harus bersyukur dan mendukung perda-perda tersebut....

Ketiga, Keberatan umat Kristen terhadap perda tentang pencegahan, penindakan dan pemberantasan maksiat juga menjadi sangat aneh. Sebagai umat beragama, mengapa mereka terusik dengan program pemberantasan maksiat? Bukankah hati nurani manusia pasti membenci segala kemaksiatan?

Keempat, Yang paling aneh dan tidak masuk akal adalah kebencian kalangan Kristen terhadap perda pelarangan pelacuran, kumpul kebo dan minuman keras di Kepulauan Riau, Bengkulu, Depok, Tangerang dan Jember.

Apakah praktik pelacuran, kumpul kebo dan mabuk-mabukan itu sesuai dengan ajaran kristiani, sehingga perda yang melarang pelacuran dan miras harus ditentang mati-matian oleh umat Kristen? Mengapa mereka mengancam mendirikan negara baru di kawasan timur Indonesia untuk menolak perda anti pelacuran, kumpul kebo dan miras? Apakah mereka ingin mendirikan negara baru supaya bebas melakukan pelacuran, kumpul kebo dan miras?

....Apakah praktik pelacuran, kumpul kebo dan mabuk-mabukan itu sesuai dengan ajaran kristiani, sehingga perda yang melarang pelacuran dan miras harus ditentang mati-matian oleh umat Kristen?....

Penolakan kalangan Kristen terhadap perda bernuansa syariat itu sungguh tidak beralasan. Karena esensi perda itu adalah gerakan peningkatan iman dan akhlak mulia, serta pembangunan masyarakat agamis yang jauh dari kejahatan, maksiat, pelacuran dan minuman keras. Bukankah Bibel sendiri melarang segala bentuk perzinaan (Keluaran 20:14, Ulangan 5:18)? Bukankah Yesus juga melarang pelacuran dan maksiat dalam Injil Matius 19:18?

Apakah karena Yesus pernah membebaskan wanita yang tertangkap basah berzina dari jeratan hukum (Yohanes 8:1-11), sehingga kalangan Kristen menentang perda pemberantasan pelacuran?

....Apakah karena Yesus pernah membebaskan wanita yang tertangkap basah berzina dari jeratan hukum, sehingga kalangan Kristen menentang perda pemberantasan pelacuran?....

MANA SYARIAT INJIL YANG AKAN DIAMALKAN UMAT KRISTEN?

Tujuh kata dalam Piagam Jakarta: “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya,” kembali dipersoalkan kalangan Kristen di majalah Spektrum.

Syariat Islam adalah peraturan atau undang-undang agama, yaitu kumpulan dari sistem dan peraturan yang ditetapkan Allah dan Rasul-Nya Muhammad SAW sebagai pegangan hidup untuk direalisasikan dalam bentuk amalan baik berupa ibadah (hubungan dengan Allah) maupun muamalah (hubungan sesama manusia).

Sebuah kewajaran bila umat Islam berusaha menegakkan syariat Islam, karena dasar hukumnya Islam tercantum dalam Al-Qur'an dan hadits atau sunnah yang ditetapkan Rasulullah SAW. Syariat Islam mencakup beberapa masalah fiqih: ibadah, muamalah, munakahat (perkawinan), jinayah (ketentuan hukum pidana Islam), dan fara’id mawarits (ketentuan pembagian harta warisan).

Aturan syariah Islam adalah universal dan mencakup segenap-aspek kehidupan umat manusia. Allah menetapkan aturan syariah Islamiyah adalah untuk kebaikan manusia dalam menata hidup di dunia, maka syariah Islam itu bersifat menjaga kehormatan agama, menjaga jiwa, harta dan keturunan. Tidak ada pilihan lain bagi seorang muslim dalam menata hidup dan kehidupan kecuali diatur sesuai dengan aturan syariah Islam.

“Kemudian kami menjadikan bagi kamu suatu syari’ah, maka ikutilah syari’ah itu, jangan ikuti hawa nafsu orang-orang yang memahami syari’ah” (Qs. Al-Jatsiyah 18).

Lumrah, jika umat Islam memperjuangkan tegaknya syariat Islam, karena semua ada ajarannya dalam kitab suci.

Hal ini berbeda dengan yang dialami oleh umat kristiani. Mereka tidak bisa memperjuangkan penerapan syariat Injil sesuai ajaran Yesus.

Dalam hal ibadah, Yesus juga tidak mengajarkan syariat ibadah dan amalan-amalan ritual yang detil. Injil tidak menyebutkan etika bersuci, puasa, sembahyang, dll. Akibatnya, tata cara ibadah (liturgi) umat Kristen di seluruh dunia berbeda-beda, karena tidak ada tuntunan yang detil dalam Injil. Umat kristiani di seluruh dunia beribadah dengan cara yang berbeda-beda, tanpa ada landasannya dalam Bibel, misalnya: kebaktian hari Minggu dan perayaan Natalan.

Dalam hal syariah muamalah, menurut Bibel, Yesus melarang pelacuran dan perzinaan, tapi Yesus tak pernah memberikan aturan berupa batasan-batasan maupun sanksi/hukuman bagi orang-orang yang melanggar larangan pelacuran. Padahal sebuah larangan tanpa sanksi tidak akan menjamin tercapainya disiplin sosial.

Dalam keempat kitab Injil, Yesus juga melarang pembunuhan dan pencurian, namun sama sekali tidak disertai ketetapan hukuman bagi para pembunuh dan pencuri. Hanya sebuah larangan saja tanpa konsekuensi hukuman, tidak cukup untuk membina masyarakat yang aman, adil dan makmur.

Bahkan Yesus melarang perlawanan terhadap kejahatan: “Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu” (Matius 5:39).

Apa yang terjadi dalam suatu masyarakat jika kejahatan tidak dilawan? Perintah ini justru berbahaya dan menghancurkan ketertiban dan keamanan masyarakat maupun individu, secara sosial maupun etika.

....jika kalangan Kristen ingin mendirikan negara baru untuk menegakkan syariat Kristen atau Perda Injil, ini adalah ide yang menggelikan. Syariat Injil yang mana yang mau ditegakkan? Bukankah Injil sepi dari syariat ibadah, muamalah, dan ibadah?...

Injil juga tidak mengajarkan syariat muamalat: jual-beli, hutang-piutang, waris, transaksi, hukuman perang, dll. Injil hanya menitikberatkan pada cerita orang tentang kelahiran Yesus, mukjizat Yesus dan kematian Yesus di tiang salib.

Karenanya, jika kalangan Kristen ingin mendirikan negara baru di kawasan Indonesia timur dengan wacana untuk menegakkan syariat Kristen atau Perda Injil, ini adalah ide yang menggelikan. Syariat Injil yang mana yang mau ditegakkan? Bukankah Injil sepi dari syariat ibadah, muamalah, dan ibadah? [ahmad hizbullah/suara islam]

Menyikapi Mantan Taaruf yang Masih Sakit Hati

BANYAK kisah taaruf –proses saling mengenal antara laki-laki dan perempuan dalam upaya menuju pernikahan tanpa pacaran– yang kandas di tengah jalan. Banyak pula penyebab dan alasannya. Bisa jadi karena orang tua tidak setuju, perbedaan prinsip, perbedaan karakter, tidak ada kecocokan satu sama lain, dan berjuta penyebab lain. Apapun alasannya, satu hal yang pasti terjadi di antara mereka, bukan jodoh.

Bila alasan satu ini dipahami dengan benar, insya Allah tak akan ada sakit hati yang menyertai ketika akhirnya semua prose situ harus berakhir ataupun diakhiri. Masing-masing pihak akan berbesar hati dan tidak saling membenci. Bahkan sebaliknya, ukhuwah bisa terjalin di sana dengan saling menutup aib masing-masing dan menumbuhkan rasa persaudaraan menggantikan rasa ‘harap’ sebelumnya yang sempat ada. Tapi ternyata, kenyataan di lapangan tak seindah teori untuk memaafkan ataupun melupakan seseorang yang pernah melakukan taaruf tersebut.

Ada yang memutuskan hubungan sama sekali ketika ta'aruf tak bisa berlanjut. Bahkan jangankan saling sapa, menyebut nama saja sudah enggan. Seluruh hal tentang dirinya baik nomer HP, sms-sms, email dan biodata semua dibuang ke tong sampah. Bila pun ada yang orang yang menyebut nama si mantan taaruf ini, hatinya langsung bergemuruh dipenuhi rasa yang menyakitkan hati. Dalam skala lebih jauh, orang dengan tipe ini bukan tak mungkin melakukan pembunuhan karakter pada si mantan taaruf. Misalnya saja ia akan menyebarkan hal-hal buruk tentang si ‘mantan’ agar tak ada yang mau mendekat.

Ada juga orang yang masih melakukan kontak seperlunya dengan si mantan taaruf meskipun sudah tak terjalin apa-apa lagi di antara mereka. Hubungan mereka sebatas teman seperti sebelumnya. Sekilas, seolah semua berjalan baik-baik saja. Tapi sikap salah satunya berubah ketika si mantan taaruf ternyata mendapat pasangan lebih cepat dari dirinya. Rencana pernikahan si ‘mantan’ membuatnya bak cacing kepanasan karena merasa didahului. Sikapnya pun berubah sinis dan ketus.

Uniknya, ada juga yang kebalikan dari fenomena di atas. Ketika dirinya sudah bertaaruf lagi dengan yang lain dan berencana mau menikah duluan, hatinya masih dipenuhi rasa tidak terima taaruf sebelumnya harus putus di tengah jalan. Walhasil, ia yang seharusnya bahagia menjelang hari pernikahannya, hatinya malah dipenuhi syak wasangka bahwa si ‘mantan’ taaruf akan merusak suasana. Yang terjadi kemudian adalah ketika ia menikah duluan dan si ‘mantan’ mengucapkan selamat dan doa penuh ketulusan, dijawabnya dengan ketus dan penuh kecurigaan.

….Urusan hati memang tidak sederhana, tapi jangan diperumit dengan hal-hal yang tak seharusnya ada. Jodoh adalah rahasia-Nya yang hanya bisa diikhtiari….

Urusan hati memang tidak sederhana. Tapi sesuatu yang tidak sederhana ini jangan diperumit dengan hal-hal yang tak seharusnya ada. Jodoh adalah rahasia-Nya yang hanya bisa diikhtiari tanpa berusaha mendikte ataupun memaksakan kehendak. Allah tak akan pernah salah menjodohkan hamba-Nya. Maka berprasangka baiklah pada-Nya ketika taaruf tak bisa berjalan sesuai rencana. Tak perlu su’udzhon pada mantan taaruf, tak perlu pula memutuskan ukhuwah yang pernah terjalin meskipun saat ini telah berbeda jalinan cerita.

Dunia akan lebih indah apabila hati ini dipenuhi husnuzhon, baik terhadap takdir Allah ataupun terhadap si ‘mantan’. Dunia pun akan lebih cerah dan berwarna bila sikap diri tak dipenuhi sinis dan antipati hanya karena si dambaan hati tak menjadi milik diri. Memang bukan hal yang mudah, tapi juga bukan suatu yang mustahil untuk dilakukan. So, bersihkan hati dan ikhlaskan diri ini menerima takdir Ilahi. [ria fariana/voa-islam.com]

Halaman Ke