Senin, 22 Agustus 2011

Khotbah Paus Disambut Badai Hujan dan Petir, Padahal Siangnya Cuaca Panas


Tak hanya demonstran yang menyambut kunjungan Paus Benediktus XVI di Madrid, Spanyol. Bahkan badai, hujan dan petir pun ikut menyambut Paus saat pidato. Padahal siangnya, cuaca sangat panas mencapai 40 derajat Celcius.

Badai petir memaksa Paus Benediktus XVI memperpendek khotbahnya di hadapan satu juta peziarah muda, yang berkumpul di lapangan terbang Madrid, Spanyol, untuk memperingati Hari Pemuda Dunia, Sabtu (20/8/2011).

Ketika hujan membasahi kerumunan orang dan petir menerangi langit malam, Paus berusia 84 tahun ini melewatkan sebagian besar pidatonya. Ia hanya menyampaikan salam singkat dengan menggunakan setengah lusin bahasa.

Paus menyerukan kepada massa misa Minggu untuk menjadi misionaris bagi iman. "So do not keep Christ to yourselves. Share with others the joy of your faith," ujar Paus singkat. (Jangan simpan Kristus untuk diri kalian sendiri. Berbagilah dengan orang lain spaya merasakan sukacita iman kalian).

Dia tetap nyaman selama misa berkat sistem pendingin di altar. Paus pun mengumumkan bahwa Hari Pemuda Dunia berikutnya akan berlangsung di Rio de Janiero pada 2013, satu tahun lebih awal untuk menghindari bentrokan dengan Piala Dunia 2014 di Brazil.

Akibat hujan deras itu, beberapa kapel darurat di pinggiran lapangan terbang itu rusak. Ini memaksa penyelenggara mengumumkan, Minggu (21/8/2011), bahwa tidak semua orang akan dapat menerima komuni selama misa. Bahkan, kata Yago de la Cierva, ketua panitia Hari Pemuda Dunia, nyaris tidak akan ada orang yang menerima Ekaristi.

Kejadian ini sangat aneh, karena siang harinya cuaca sangat panas mencapai 104 derajat Fahrenheit, atau mendekati 40 derajat Celcius. Untuk mengurangi terik, petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air kepada massa, dan peziarah pun mencari tempat teduh untuk berlindung.

Badai, hujan dan petir saat Paus berpidato itu menambah daftar kerepotan Paus di Spanyol. Sebelumnya, seperti diberitakan voa-islam.com, Paus didemo umat Katolik karena biaya kunjungannya yang terlalu mahal diambil dari pajak rakyat Spanyol.

Biaya kunjungan Paus yang besarnya lebih dari 100 juta euro diprotes pendemo karena saat ini pemerintah Spanyol yang sedang berjuang menghadapi krisis ekonomi. Spanyol telah mengadopsi langkah penghematan, guna memenuhi target pengurangan defisit. Tingkat pengangguran saat ini di Spanyol berada pada level 20,89 persen, sementara tingkat pengangguran kaum muda melebihi angka 45 persen. [silum/pelita, the guardian]

sumber : voa-islam.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Halaman Ke