Selasa, 04 Januari 2011

Riyadathus Shalihin : ISTIGFAR (MEMOHON AMPUNAN KEPADA ALLAH)

1. Dari Aghar Al Muzanniy ra., bahwasanya Rasulullah saw.Bersabda:”Bahwasanya kadang-kadang timbul perasaan yangkurang baik dalam hatiku, dan sesungguhnya aku membacaistigfar (mohon ampun) kepada Allah seratus kalisehari.”(HR.Muslim)

2. Dari Abu hurairah ra., ia berkata: Saya mendengar Rasulullahsaw. Bersabda:”Demi Allah, sesungguhnya aku mohon ampundan bertobat kepada Allah lebih dari tujuh puluh kali dalamsehari.”(HR. Bukhari)

3. Dari Abu Hurairah ra. Ia berkata: Rasulullah saw.Bersabda:”Demi Zat yang menguasai diriku, seandainyakalian tidak berbuat dosa(dan tidak beristigfar dan bertobat),niscaya Allah Ta’ala pergi membawa kalian dan datang dengan kaum lain yang berbuat dosa, lalu meminta ampun kepada Allah Ta’ala, Allah pun mengampuni Mereka.”(HR.Muslim)

4. Dari Ibnu Umar ra. Ia berkata:”Kami menghitung Rasulullah saw. Membaca:RABBIGH FIRLII WATUB’ALAIYYA INNAKA ANTA TTAWWABUR RAHIM (Ya tuhan,ampunilah saya dan terimalah tobat saya. Sesungguhnya Engkau Zat penerima tobat lagi Maha Penyayang) seratus kali dalam satu majlis(satu kali duduk).”(HR.Abu Dawud dan Turmudzi)

5. Dari Ibnu Abbas ra .,ia berkata :Rasulullah saw. Bersabda:”Barangsiapa yang membiasakan membawa istigfar, maka Allah akan melapangkan segala kesempitannya,
memudahkan segala kesulitannya dan memberi rezeki yang tanpa diduga-duga
.”(HR. Abu Dawud)

6. Dari Ibnu Mas’ud ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda:”Barangsiapa yang membaca:ASTAGFIRULLAAH ALLADZI LAA ILAAHA ILLAA HUWAL HAYYUL QAYYUUMU WA ATUUBU ILAHI (Saya mohon ampun kepada Allah Zat yang tidak ada Tuhan kecuali Dia yang Maha Hidup, lagi terusmenerus mengurus makhluk-Nya dan saya bertobat kepada- Nya), maka diampunilah dosa-dosanya walaupun ia telah meninggalkan perang.”

Dari Saddad bin Aus ra. Dari Nabi saw., beliau bersabda:”Pokok istighfar ialah bila seorang hamba mengucap:ALLAAHUMMA ANTA RABBII LAA ILAAHA ILLAA ANTA KHALAQTANII WA-ANA ‘ABDUKA WA-ANA ‘AHDIKA WAWA’DIKA MASTATHA’TUM ‘AUUDZU BIKA MIN SYARRI MAA SHANA’TU ABUU-U LAKA BINI’MATIKA ‘ALAIYYA ABUU-U BIDZAMBII FAGHFIRLII FAINNAHU LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILAA ANTA(Ya Allah, Engkau Tuhanku, tiada Tuhan selain engkau. Engkau menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menetapi atas perjanjian pada apa yang aku perbuat. Aku mengakui-Mu dengan nikmat yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan aku mengakui dosaku. Karena itu ampunilah aku, sebab tiada yang dapat mengampuni dosadosa selain Engkau).
Barangsiapa mengucap kalimat-kalimat ini di waktu siang dengan penuh keyakinan (ikhlas dan membenarkan). Lalu ia mati pada hari itu sebelum datang waktu sore, maka ia termasuk ahli surga. Dan barangsiapa mengucapkan pada malam hari, sedangkan ia yakin dengan ucapan itu, lalu mati sebelum datang subuh, maka ia termasuk ahli surga.”(HR. Bukhari)

8. Dari Tsauban ra., ia berkata: “Adalah Rasullulah SAW, apabila telah selesai dari salatnya, beliau beristigfar kepada Allah SWT tiga kali dan mengucap: ALLAAHUMMA ANTAS SALAAMU WAMINKASSALAAMU TABAARAKTA YAA DZAL JALAALI WAL IKRAAMI (Ya Allah, Engkau adalah Zat yang maha sejahtera dan dari Engkaulah segala kesejahteraan. Engkaulah yang senantiasa memberi berkah wahai Zat Yang Maha Agung lagi Maha Mulia).” Ditanyakan kepada Al’Auza’I dimana ia adalah salah seorang perawi hadis: “Bagaimanakah istigfar ini?” Jawabannya: ASTAGFIRULLAH ASTAGFIRULLAH (saya mohon ampun kepada Allah, saya mohon ampun kepada Allah).”(HR. Muslim)


9. Dari ‘Aisyah ra., ia berkata: Adalah Rasulullah SAW, sebelum meninggal dunia, beliau senantiasa membaca SUBHAANALLAAHI WABIHAMDIHI ASTAGFIRULLAAHA WA
ATUUBU ILAIH
(Maha Suci Allah dengan memuji kepada-Nya saya mohon ampun dan bertobat kepada-Nya).”(HR. Bukhari dan Muslim)

10. Dari Anas ra., ia berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, selama kamu berdoa dan mengharap kepadaku niscaya aku
ampuni dosa yang kamu lakukan dan Aku tidak memperdulikan berapa banyaknya. Wahai anak Adam, seandainya dosa-dosamu bagaikan awan di langit, kemudian kamu minta ampun kepada-Ku niscaya Aku mengampunimu, dan Aku tidak memperdulikan kamu datang ke hadapan-Ku
dengan membawa dosa se isi bumi, kemudian bertemu dengan Aku tanpa menyekutukan sesuatu apapun dengan-Ku, niscaya Aku akan mengampuni dosa yang se-isi bumi itu.”(HR. Turmudzi)

11. Dari Umar ra., bahwasannya Nabi SAW, bersabda: “Hai kaum wanita! Bersedekahlah dan perbanyaklah istigfar, karena sesungguhnya aku melihat kalian lebih banyak menjadi ahli
neraka.”
Seorang wanita diantara mereka bertanya: ”Mengapa kebanyakan dari kami menjadi ahli neraka?” Rasulullah SAW bersabda: ”Kalian banyak mengutuk dan mengingkari suami.
Aku tidak melihat orang yang kurang akal dan agamanya lebih daripada kalian
.” Wanita itu bertanya lagi: ”Apa itu kurangnya akal dan amal?” Rasulullah SAW bersabda: ”Persaksian seorang lelaki (berarti akal perempuan dianggap hanya setengah akal laki-laki), dan perempuan yang tinggal diam beberapa hari dalam keadaan tidak salat.”(HR. Muslim)

sumber : sufiroad.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Halaman Ke