Jumat, 17 Desember 2010

Dua “Bunga” Masuk Islam

Dua “Bunga” Masuk Islam

Oleh: Tim dakwatuna.

dakwatuna.com - Dua “Bunga” warga Negara Barat mengenal Islam, menekuni nilai-nilai dan adab-adab Islam. Keduanya berdiskusi dengan rekan-rekannya yang beragama Islam, hingga keduanya mendapatkan hidayah Islam, lewat sarana “Jazirah Ta’limil Hajj” sebuah rubrik yang diasuh oleh situs islamonline.net tentang rahasia ibadah haji.

Bunga pertama menamakan dirinya “Aminah Zahrah” sebelumnya ia bergama Katolik, hingga akhirnya mengikrarkan diri masuk Islam. Bunga kedua namanya “Ana”.

Aminah, 36 tahun yang berdomisili di Amerika Serikat berkata: “Bahwa rubrik ”Jazirah Tempat Belajar Haji” yang dikelola oleh islamonline.net memberi gambaran kepadanya tentang masyarakat muslim yang berinteraksi dan berhubungan dengan jenis manusia muslim di seluruh penjuru dunia. Inilah yang menjadikan sebab utama ia pindah ke Islam, sebagaimana hasil langsung yang ia rasakan dalam berinteraksi dengan umat Islam, ia pun membiasakan diri melaksanakan sebagian rukun-rukkun Islam yang dianjurkan dalam rubrik “Jazirah” ini.

“Saya mengalami banyak kesulitan dalam meyakinkan keluarga saya, bahwa saya telah memilih jalan hidup yang benar. Karena mereka menyangka bahwa pilihan saya terhadap Islam itu hanya canda semata. Saya juga merasa kesulitan meyakinkan orang-orang disekitar saya, bahwa saya telah memilih cara hidup yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.” Tambah Aminah.

Aminah melanjutkan: “Saya menemukan dorongan yang kuat dari saudara-saudaraku di “Jazirah islamonline.net”. Dukungan itu membuat saya seperti berada di tengah-tengah keluarga saya sendiri. Kondisi demikian membuat saya hidup dengan cara Islami dalam ragam sisinya yang purna. Saya menemui dan berinteraksi dengan umat Islam, saya memakai hijab, sebagaimana sebagian rukun-rukun Islam dilaksanakan dengan nyata, seperti shalat dan manasik haji.”

Sebelum masuk Islam, ia menghabiskan banyak waktunya untuk menelusuri “Jazirah Haji” di kediamannya, seakan-akan rubrik itu menjadi bagian hidupnya sehari-hari.”

Masjid “As Salam”

Aminah mengikrarkan syahadat di masjid “As Salam”. Ia bersyahadat dengan niat yang tulus. Ia bersyahadat disaksikan oleh umat Islam maupun non Islam. Sejak hari itu ia merubah namanya yang sebelumnya bernama “Sindi” menjadi nama baru “Aminah Zahrah”. Dan ia berfikir segera merubah namanya secara resmi dalam catatan sipil.”

Banyak di antara hadirin yang sangat tersentuh dan haru dengan peristiwa itu.

Salah seorang kenalan dekat Sindi, menyatakan bahwa Sindi sebelum masuk Islam selalu begadang, berpesta hingga dirinya kecanduan alkohol… ketika ia mencoba berkenalan dengan Islam, untuk mencari kebahagiaan hidup. Sungguh nyata, bahwa Islam membuktikan kepadanya apa yang ia cari selama ini.”

Bunga yang kedua, “Ana” namnya. Ia tertarik pada Islam ketika ia melihat langsung contoh kehidupan Islami di lingkungan tepat tinggalnya, di mana banyak umat Islam yang berdiam diri di dekatnya. Ia sedikit demi sedikit mengenal rukun-rukun Islam, dan akhirnya ia memilih pilihan hidupnya, ber-Islam. Ia merubah namanya menjadi bernuansa Arab. Ia memakai hijab. Subhanallah!

Ia sebelumnya juga berinteraksi dengan situs Islam.

Ia mengaku tertarik Islam karena Islam mengajarkan sikap ”tasamuh” atau toleransi beragama. Dalam berbagai dialog dengan umat Islam ia menemukan kepuasan dan ketenangan. Tidak ada pemaksaan dalam dialog dan terlihat menghormati pendapat dan keyakinan orang lain.

Dakwah Dengan Contoh

Salah satu metoda penyampaian Islam yang efektif adalah ajakan dengan contoh nyata. Setiap muslim, tanpa terkecuali bisa melakukan hal demikian, tanpa harus pandai berdiplomasi atau berpidato berapi-api. Contoh, masalah memakai hijab bagi muslimah. Di Barat hijab menjadi sorotan banyak kalangan, memunculkan pertanyaan, dan rasa ingin tahu. Dengan demikian menjadi sarana untuk menjelaskan nilai-nilai ajaran Islam.

Disamping itu, peran situs Islam sangat mendukung tersebarnya Islam dan penerimaan non muslim terhadap nilai-nilai Islam. Situs Islam yang menyemai ”Islam Rahmatan Lil Alamin”.

Sebagai bukti adalah Aminah dan Ana. Keduanya menjadi muslim karena berinteraksi dengan situs Islam dan komunitas muslim. (io/ut)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Halaman Ke