Jumat, 20 Mei 2011

Surat Terbuka Seorang Muslimah AS untuk Tuan Presiden


Beberapa saat setelah Presiden Barack Obama menyampaikan pidatonya tentang dunia Islam dan Timur Tengah, seorang muslimah AS, Kari Ansari yang juga penulis dan salah satu pendiri Majalah Keluarga Muslim Amerika menulis surat terbuka untuk Obama.

Apa kritik dan harapannya pada Obama, berikut isi surat Ansari ...


Yang terhormat Presiden Barack Obama,

Bersama dengan Muslim Amerika lainnya, Saya dan keluarga mendengarkan pidato Anda hari ini tentang Timur Tengah dan Afrika Utara. Saya menghargai pernyataan-pernyataan Anda yang memberikan harapan pada dunia Islam--khususnya bagi mereka (kaum Muslimin) yang sekarang sedang berjuang untuk kehormatan dan hak-hak sipil di tanah air mereka sendiri--saya juga tidak bisa mencegah untuk merasa bahwa banyak orang Amerika yang tidak bisa mencontohkan apa yang Anda katakan ketika berkaitan dengan warga negara kita yang Muslim.

Saat ini, 20 negara bagian telah memperkenalkan undang-undang anti-Muslim, dan masih banyak negara bagian yang menunda undang-undang tersebut. Sejumlah anggota legislatif dan politisi di negara kita, melontarkan banyak komentar yang sangat keras tentang Islam dan Muslim. Belum lama ini, Tennessee, berada dibawah tekanan yang ekstrim, sebuah rancangan undang-undang ditulis ulang sehingga Muslim yang salat berjamaah, dua orang atau lebih, merupakan tindakan kejahatan dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun.

Beberapa kelompok terorganisasi melakukan demonstrasi untuk menunjukkan kebencian terhadap tempat-tempat ibadah Muslim di seluruh negeri ini. Pemerintah-pemerintah kota memainkan "permainan penzonaan" dengan tidak memberikan zona untuk sekolah Islam dan masjid di tengah masyarakat. Area bermain di masjid-masjid dibakar. Rumah milik keluarga Muslim, properti dan masjid-masjid mereka dirusak dan dikotori. Anak-anak ditekan dan dilecehkan hanya karena Muslim.

Dan yang mengejutkan, pekan kemarin, editor Gainesville Times di Florida memublikasikan sebuah surat yang menyerukan pengusiran semua Muslim dari Amerika. Baru-baru ini, sejumlah ulama Muslim, dan juga seorang muslimah disuruh keluar dari pesawat tanpa alasan lain selain karena mereka mengenakan busana yang dikenal sebagai busana Muslim.

Semua itu terlihat melalui teknologi modern "jendela untuk melihat dunia yang lebih luas" seperti yang Anda sebut dalam pidato Anda, tapi, seperti semua jendela, Anda juga bisa melihat dari sisi luar dunia itu dan menyaksikan apa yang sedang terjadi di dalamnya.

Apa yang harus dikatakan pada dunia, ketika Presiden kami bicara soal hak-hak untuk kaum Muslimin di dunia, diantaranya "termasuk soal kebebasan berbicara; kebebasan untuk berserikat dengan damai; kebebasan beragama", tapi masyarakat kami (komunitas Muslim) dihalang-halangi ketika ingin membangun masjid, sekolah dan ketika kami ingin melaksanakan hak kami untuk beribadah dengan bebas, kami bahkan diancam?

Tuan Presiden, Muslim di Amerika tahu bahwa Anda tidak mendukung sikap keras dan kebencian seperti itu. Saat Anda mengumumkan terbunuhnya Usamah bin Ladin, Anda mengatakan, "Seperti yang kita lakukan, kita juga harus menegaskan kembali bahwa AS tidak--dan tidak akan pernah--memerangi Islam. Saya pertegas, seperti yang telah dilakukan Presiden Bush tak lama setelah serangan 11 September, bahwa perang kami bukan untuk melawan Islam."

Kami menghargai pernyataan Anda ini, tapi, melihat insiden-insiden anti-Muslim sejak tewasnya Bin Ladin, kata-kata Anda belum cukup bergema buat mereka yang ada di Amerika, yang merasa terancam dengan keberadaan tetangga-tetangga mereka yang Muslim.

Tuan Presiden, dalam hal ini, Muslim membutuhkan kepemimpinan Anda, pernyataan keras Anda, dan dukungan Anda. Anda adalah sahabat bagi kaum Muslimin, khususnya mereka yang sedang memperjuangkan kemerdekaan mereka, tapi kaum Muslimin di sini, di negara kita sendiri, juga membutuhkan rasa persahabatan Anda. Sikap anti-Islam semakin memburuk di AS, bukan bertambah baik.

Di negara kami ini, kami mencintai dan menghormati Anda sebagai Presiden kami; maukah Anda menunjukkan pada kami cinta yang sama dan rasa hormat yang sama, sebagai keluarga Amerika yang patrotik, dengan melontarkan kecaman yang keras terhadap trend anti-Muslim yang terus meningkat di negeri ini? (HuffPost)

sumber : eramuslim.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Halaman Ke