Rabu, 11 Mei 2011

TO BE Or Not To Be, Bendera Israel Akan Tetap Berkibar Di Jakarta


elah Indonesia Israel Public Affair Comitte (IIPAC), lembaga lobi Yahudi di Indonesia yang bergerak dalam bidang politik-sosial-ekonomi, dilaunching secara resmi di sebuah tempat di Jakarta Selatan pada 29 Januari 2010, kini masih di sebuah tempat yang dirahasiakan di wilayah Jakarta Selatan, kelompok pro Yahudi di Indonesia akan mengadakan acara “Peringatan ke-63 Hari Kemerdekaan Israel”.

Saya, warga negara Indonesia Pro Israel, berinisiatif merencanakan memperingati hari Kemerdekaan Israel dengan upacara Pengibaran Bendera Israel dan menyanyikan Lagu Kebangsaan Israel, pada tanggal 14 Mei 2011, bertempat di Jakarta. Adapun lokasi tepatnya masih dalam tahap pertimbangan, untuk memudahkan peserta datang ke lokasi. Namun sejumlah bendera dan atribut Israel telah dipesan, sambil menunggu kontribusi dan dukungan dari warga negara Indonesia yang mendukung Israel.”

Adalah Unggun Dahana, yang menyatakan akan menyelenggarakan Hari Raya Kemerdekaan Israel di Jakarta tanggal 14 Mei 2011. Profilnya muncul di Forum Israel Defence Intiative dan situs indonesianchristian.org. Situs ini tampaknya berhaluan Zio Kindo atau Zionis Kristen Indonesia. Di laman situs itu terpampang sebuah tulisan berjudul "Pengikut Kristus Pendukung Israel."

Unggun juga memiliki laman Facebook yang bernama Unggun Dahana. Untuk menjaring peserta dalam mengikuti acara ini, ia menjalankannya melalui laman Facebook "HARI KEMERDEKAAN ISRAEL, KE 63 - 14 Mei 2011 - Jakarta – Indonesia." Acara sendiri akan dimulai pukul 09.00-12.00 WIB dan akan diisi upacara pengibaran bendera Israel, menyanyikan Lagu Kebangsaan Israel "HATIKVAH" dan diteruskan dengan Acara Doa, Pujian dan Ramah Tamah.

Unggun Dahana, panitia penyelenggara acara tersebut dalam akun jejaring sosialnya mengatakan, “Saudara2ku Pro Israel, saya sudah mendapatkan tempat untuk merayakan Dirgahayu Hari Kemerdekaan Israel di Jakarta Selatan, 14 Mei 2011. Pemilik tempat mengijinkan Mengibarkan Bendera Israel didalam rumah. HIDUP ISRAEL!” Selain itu, Unggun juga menyatakan, “Kondusif atau tidak kondusif, TO BE Or Not To Be, BENDERA ISRAEL AKAN TETAP BERKIBAR DI JAKARTA”

Unggun Dahana juga menegaskan, bahwa peringatan ini tidak melanggar hukum, karena UUD 45 menjamin kebebasan berpendapat. Sebelumnya, pada 7 Mei lalu, panitia penyelenggara juga sudah mengadakan pertemuan untuk mematangkan acara peringatan ini.

Para peserta yang berniat untuk mengikuti acara tersebut diperintahkan untuk mengirim ke email ke alamat yerusalem.jakarta@yahoo.com disertai nama, tempat dan tanggal lahir, alamat, serta nomor telepon. Menurut panitia, peserta yang ingin bergabung juga akan disediakan kendaraan antar jemput. Panitia memang merahasiakan soal lokasi acara perayaan ini, mengingat Front Pembela Islam (FPI) berjanji akan membubarkan acara.

Tampaknya acara ini bersifat UNDERGROUND. Para pesertanya diminta untuk bersiap-siap pukul 5:00 pagi di rumah masing-masing untuk kemudian bergerak ke Selatan.

Kuat dugaan, kelompok pro Israel yang menyelenggarakan acara ini adalah mereka yang disebut oleh pengamat zionisme, Ridwan Saidi, sebagai Ziokindo (Zionis-Kristen Indonesia). Dugaan ini bukan tanpa alasan, mengingat Unggun Dahana dalam situs jejaring sosial selalu menyatakan kejayaan bagi Kristen dan Yahudi.

Selain itu, saat ini juga berkembang organisasi Messianic Jewish Comitte (MJC), sebuah organisasi yang meyakini soal “messianic Judaism”, yaitu mereka yang berkeyakinan bahwa ada kesamaan antara orang Yahudi dan Kristen tentang Yesus sebagai juru selamat.

Mereka yang aktif dalam kepercayaan ”messianic judaism” meyakini bahwa Yesus adalah juru selamat dan non Yahudi (gentiles) yang mengadopsi identitas dan gaya hidup Yahudi. Para anggota Messianic Jewish Community (MJC) tersebar di bebarapa kota besar, seperti Manado, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, dan Bandung.

Mereka terdiri dari orang-orang dari beragam profesi elit, seperti pengusaha, pengacara, dan lain sebagainya. Selain kepentingan idelogi, mereka juga memiliki kepentingan bisnis. Karena itu, kelompok ini, seperti juga kelompok pro-Israel lainnya di Indonesia, selalu menyuarakan agar Indonesia membuka hubungan diplomatik dengan Israel.

Yang Mengejutkan, Mereka mengklaim bahwa Loby loby mereka SUDAH SANGAT KUAT di kurang lebih 33 provinsi di Indonesia.

sumber : situslakalaka.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Halaman Ke