Jumat, 17 September 2010

Iman Islam Ihsan Bag 13


13. Dalil Tak Ada Nabi Baru Setelah Nabi Muhammad SAW

Iman kepada Nabi-nabi Allah adalah rukun Iman yang keempat. Kita
mengimani bahwa Allah telah menurunkan Nabi-nabi dan Rasul. Nabi
adalah orang yang mendapat wahyu dari Allah. Rasul adalah orang yang
mendapat wahyu dari Allah dan mendapat kewajiban untuk
menyebarkannya ke yang lain. Oleh karena itu setiap Rasul adalah Nabi.
Tapi tidak semua Nabi adalah rasul.

Ada 124 ribu Nabi dan 313 rasul. Di antaranya ada yang disebut dalam Al
Qur’an seperti: Adam,

Dan yang terpenting kita mengamini bahwa Nabi Muhammad adalah
Nabi/Rasul yang terakhir. Tidak ada Nabi/Rasul setelah Nabi Muhammad.
Bahkan ketika Nabi Isa turun ke bumi untuk membantu Imam Mahdi, maka
Isa saat itu statusnya adalah sebagai pengikut Nabi Muhammad dan ketika
shalat berjama’ah, Nabi Isa menjadi makmum dari Imam Mahdi yang
merupakan ummat dan turunan dari Nabi Muhammad SAW.
QS AL AHZAB 40: ” Bukanlah Muhammad itu bapak salah seorang laki-laki di antara kamu tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup Nabinabi”.

Ada yang berargumen bahwa Nabi Muhammad hanya Nabi terakhir. Bukan
Rasul terakhir. Namun hadits di bawah menunjukkan bahwa Nabi
Muhammad bukan hanya Nabi terakhir, tapi juga Rasul terakhir:

Rasulullah SAW: “Rantai Kerasulan dan Kenabian telah sampai pada
akhirnya. Tidak akan ada lagi rasul dan nabi sesudahku”. (Tirmidhi,
Kitab-ur-Rouya, Bab Zahab-un-Nubuwwa; Musnad Ahmad; Marwiyat-
Anas bin Malik).

Status Nabi Isa bukan Nabi terakhir, tapi sebelum Nabi Muhammad. Ketika
turun yang kedua kali beliau tidak menyebarkan ajaran apa pun karena
ajaran Islam sudah sempurna.
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu…” [Al Maa-idah:3]

Tidak seperti manusia yang tidak pernah sempurna, selalu dalam proses,
maka Allah itu sempurna. Dia dapat menyempurnakan agamaNya kapan
pun Dia mau. Dia hanya menyelaraskan kesempurnaan agamanya dengan
perkembangan manusia. Islam adalah ajaran agama yang sempurna.

Oleh karena itu pada berbagai doa kita menyebut bahwa kalimat Allah
sudah Sempurna (Tammah). Contohnya pada doa setelah mendengar
adzan “Allohumma robba haadzihid da’waatit taammaah” (Ya Allah tuhan
dari panggilan yang sempurna). Atau A’udzubi kaalimaatillahiit taammaah
min syarri ma kholaq (Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna
dari kejahatan makhluknya).

Syahadah yang kita ucapkan yaitu Muhammadar rasulullah menyatakan
bahwa Muhammad adalah utusan Allah yang kita ikuti. Bukan rasul-rasul
lainnya seperti Adam, Nuh, Ibrahim, dan sebagainya yang ajarannya telah
diselewengkan oleh para pengikutnya. Bukan pula para pendusta yang
mengaku-ngaku sebagai Nabi baru setelah Nabi Muhammad seperti Aswad
Al Ansyi, Musailamah Al Kadzdzab, Mirza Ghulam Ahmad, dan sebagainya.
Rasul yang kita ikuti hanya Muhammad Rasulullah!

Abu Daud dan yang lain dalam hadist Thauban Al-Thawil, bersabda
Nabi Muhammad SAW:
“Akan ada pada umatku 30 pendusta semuanya mengaku nabi, dan
saya penutup para Nabi dan tidak ada nabi setelahku”

Sering pendiri aliran sesat mengaku sebagai Imam Mahdi atau Nabi Isa
yang diturunkan kembali. Namun dari berbagai hadits (misalnya Sahih
Bukhari dan Sahih Muslim) kita akan mengetahui bahwa sebelum Imam
Mahdi dan Nabi Isa diturunkan, ada Dajjal Al Masih (Penipu Besar) yang
berkeliling ke seluruh dunia mengaku sebagai Tuhan. Dengan seizin Allah
dia bisa menghidupkan dan mematikan orang untuk meyakinkan orang
bahwa dia adalah Tuhan.

Imam Mahdi yang merupakan keturunan Nabi Muhammad dengan nama
Muhammad bin Abdullah dibantu Isa bin Maryam akan memerangi Dajjal Al
Masih dan membunuhnya. Setelah itu ummat Islam berjaya dan menguasai
dunia.

Ada Nabi palsu yang mengklaim dirinya sebagai Nabi Isa. Namun dari Al
Qur’an kita tahu bahwa Nabi Isa adalah anak Maryam. Isa bin Maryam.
Nabi Isa berasal dari bangsa Yahudi yang dikirim untuk kaum Yahudi. Ada
Nabi palsu yang mengklaim bahwa dirinya adalah Imam Mahdi sekaligus
titisan Nabi Isa. Padahal dari berbagai hadits kita tahu kedua orang itu
adalah 2 orang yang berbeda.

Ada banyak dalil bahwa Nabi Muhammad adalah Nabi/Rasul yang terakhir.
Di antaranya:

Imam Muslim dan yang lainnya meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa
Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Perumpamaan saya dan para Nabi sebelum saya seperti orang yang
membangun satu bangunan lalu dia membaguskan dan membuat indah
bangunan itu kecuali tempat batu yang ada di salah satu sudut. Kemudian
orang-orang mengelilinginya dan mereka ta’juk lalu berkata: ‘kenapa kamu
tidak taruh batu ini.?’ Nabi menjawab : Sayalah batu itu dan saya penutup
Nabi-nabi”
Imam Muslim juga meriwayatkan dari Jubair bin Mut’im RA bahwa Nabi
SAW bersabda:

“Sesungguhnya saya mempunyai nama-nama, saya Muhammad, saya
Ahmad, saya Al-Mahi, yang mana Allah menghapuskan kekafiran karena
saya, saya Al-Hasyir yang mana manusia berkumpul di kaki saya, saya Al-
Aqib yang tidak ada Nabi setelahnya”

Khutbah terakhir Rasulullah …
” …Wahai manusia, tidak ada nabi atau rasul yang akan datang
sesudahku dan tidak ada agama baru yang akan lahir.Karena itu, wahai
manusia, berpikirlah dengan baik dan pahamilah kata-kata yang
kusampaikan kepadamu. Aku tinggalkan dua hal: Al Quran dan Sunnah,
contoh-contoh dariku; dan jika kamu ikuti keduanya kamu tidak akan pernah
tersesat …”

Rasulullah SAW menjelaskan: “Suku Israel dipimpim oleh Nabi-nabi. Jika
seorang Nabi meninggal dunia, seorang nabi lain meneruskannya. Tetapi
tidak ada nabi yang akan datang sesudahku; hanya para kalifah yang
akan menjadi penerusku (Bukhari, Kitab-ul-Manaqib).

Rasulullah SAW menegaskan: “Posisiku dalam hubungan dengan nabi-nabi
yang datang sebelumku dapat dijelaskan dengan contoh berikut: Seorang
laki-laki mendirikan sebuah bangunan dan menghiasinya dengan keindahan
yang agung, tetapi dia menyisakan sebuah lubang di sudut untuk tempat
sebuah batu yang belum dipasang. Orang-orang melihat sekeliling
bangunan tersebut dan mengagumi keindahannya, tetapi bertanya-tanya,
kenapa ada sebuah batu yang hilang dari lubang tersebut? Aku seperti batu
yang hilang itu dan aku adalah yang terakhir dalam jajaran Nabi-nabi”.
(Bukhari, Kitab-ul-Manaqib).

Rasulullah SAW menyatakan: “Allah telah memberkati aku dengan enam
macam kebaikan yang tidak dinikmati Nabi-nabi terdahulu: - Aku dikaruniai
keahlian berbicara yang efektif dan sempurna. - Aku diberi kemenangan
karena musuh gentar menghadapiku - Harta rampasan perang dihalalkan
bagiku. -Seluruh bumi telah dijadikan tempatku beribadah dan juga telah
menjadi alat pensuci bagiku. Dengan kata lain, dalam agamaku, melakukan
shalat tidak harus di suatu tempat ibadah tertentu. Shalat dapat dilakukan di
manapun di atas bumi. Dan jika air tidak tersedia, ummatku diizinkan untuk
berwudhu dengan tanah (Tayammum) dan membersihkan dirinya dengan
tanah jika air untuk mandi langka. - Aku diutus Allah untuk menyampaikan
pesan suciNYA bagi seluruh dunia. – Dan jajaran Kenabian telah
mencapai akhirnya padaku (Riwayat Muslim, Tirmidhi, Ibnu Majah)

Rasulullah SAW menjelaskan: ‘Saya Muhammad, Saya Ahmad, Saya
Pembersih dan kekafiran harus dihapuskan melalui aku; Saya Pengumpul,
Manusia harus berkumpul pada hari kiamat yang datang sesudahku.
(Dengan kata lain, Kiamat adalah satu-satunya yang akan datang
sesudahku); dan saya adalah Yang Terakhir dalam arti tidak ada nabi
yang datang sesudahku”. (Bukhari dan Muslim, Kitab-ul-Fada’il, Bab
Asmaun-Nabi; Tirmidhi, Kitab-ul-Adab, Bab Asma-un-Nabi; Muatta’, Kitab-u-
Asma-in-Nabi; Al-Mustadrak Hakim, Kitab-ut-Tarikh, Bab Asma-un-Nabi).

Rasulullah SAW menjelaskan: “Allah yang Maha Kuasa tidak mengirim
seorang Nabi pun ke dunia ini yang tidak memperingatkan ummatnya
tentang kemunculan Dajjal (Anti-Kristus, tetapi Dajjal tidak muncul dalam
masa mereka). Aku yang terakhir dalam jajaran Nabi-Nabi dan kalian
ummat terakhir yang beriman. Tidak diragukan, suatu saat, Dajjal akan
datang dari antara kamu”. (Ibnu Majah, Kitabul Fitan, Bab Dajjal).

Abdur Rahman bin Jubair melaporkan: “Saya mendengar Abdullah bin ‘Amr
ibn-’As menceritakan bahwa suatu hari Rasulullah SAW keluar dari
rumahnya dan bergabung dengan mereka. Tindak-tanduknya memberi
kesan seolah-olah beliau akan meninggalkan kita. Beliau berkata: “Aku
Muhammad, Nabi Allah yang buta huruf”, dan mengulangi pernyataan itu
tiga kali. Lalu beliau menegaskan: “Tidak ada lagi Nabi sesudahku”.
(Musnad Ahmad, Marwiyat ‘Abdullah bin ‘Amr ibn-’As).

Rasulullah SAW berkata: ” Allah tidak akan mengutus Nabi sesudahku,
tetapi hanya Mubashirat”. Dikatakan, apa yang dimaksud dengan al-
Mubashirat. Beliau berkata: Visi yang baik atau visi yang suci”. (Musnad
Ahmad, marwiyat Abu Tufail, Nasa’i, Abu Dawud). (Dengan kata lain tidak
ada kemungkinan turunnya wahyu Allah di masa yang akan datang. Paling
tinggi, jika seseorang mendapat inspirasi dari Allah, dia akan menerimanya
dalam bentuk mimpi yang suci).

Rasulullah SAW berkata: “Jika benar seorang Nabi akan datang
sesudahku, orang itu tentunya Umar bin Khattab”. (Tirmidhi, Kitab-ul-
Manaqib).

Hadits di atas menjelaskan bahwa jika ada yang pantas jadi Nabi, maka
Umar bin Khattablah orangnya. Bukan yang lain. Tapi karena tidak ada Nabi
setelah Nabi Muhammad SAW, maka Umar ra bukanlah Nabi.

Rasulullah SAW berkata kepada ‘Ali, “Hubunganmu denganku ialah
seperti hubungan Harun dengan Musa. Tetapi tidak ada Nabi yang
akan datang sesudahku”. (Bukhari dan Muslim, Kitab Fada’il as-Sahaba).

Hadits di atas menjelaskan bahwa hubungan Nabi Muhammad SAW
dengan ‘Ali seperti hubungan Nabi Musa as dengan Nabi Harun as. Tapi
karena tidak ada Nabi setelah Nabi Muhammad SAW, maka ‘Ali juga bukan
Nabi.

Rasulullah SAW menjelaskan: “Di antara suku Israel sebelum kamu, benarbenar
ada orang-orang yang berkomunikasi dengan Tuhan, meskipun
mereka bukanlah NabiNYA. Jika ada satu orang di antara ummatku yang
akan berkomunikasi dengan Allah, orangnya tidak lain daripada Umar.
(Bukhari, Kitab-ul-Manaqib)

Rasulullah SAW berkata: “Tidak ada Nabi yang akan datang sesudahku
dan karena itu, tidak akan ada ummat lain pengikut nabi baru apapun”.
(Baihaqi, Kitab-ul-Rouya; Tabrani)


Referensi:
M. Nurhuda
http://media.isnet.org/islam/Ahmadiyyah/Dalil17.html

Sumber : Agus Nizami
Email : agusnizami@yahoo.com.sg.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman Ke